PRK, Rekayasa Lalu Lintas VS Rekayasa Pendapatan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

PRK, Rekayasa Lalu Lintas VS Rekayasa Pendapatan

Minggu, 09 September 2018
Kuningan - Kegiatan Pekan Raya Kuningan (PRK) yang berlokasi di Pandapa Paramartha sejak tanggal 1 hingga 10 September 2018 timbulkan efek kemacetan lalu lintas. Hal tersebut menjadi perhatian ormas Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama Macan Putih ( GASIBU MP ) DPD Kabupaten Kuningan.

Menurut Otong Hidayat selaku Wakil Sekretaris Gasibu MP, kemacaetan lalu lintas di sepanjang jalan mnuju PRK ini salah satunya akibat kurang adanya koordinasi antara penyelenggara yang dalam hal ini adalah PDAU dengan koordinator lapangan yang menangani malasalah lalu lintas dan parkir.

Terpantau selama kegiatan PRK ini digelar, arus lalu lintas di sekitaran jalan menuju lokasi tampak semrawut, khususnya pada malam pembukaan dan di akhir minggu dimana banyak masyarakat yang bekunjung ke kegiatan tersebut. Salah satu titik yang tepantau selalu terjadi kemacetan yaitu di sekitaran perempatan Awirarangan jalur Jalan Aruji Kartawinata, Jalan Eyang Weri, dan Jalan Ir. H Juanda.

"Kurang adanya koordinasi antara penyelenggara dengan koodinator lapangan yang mngurusi masalah lalu lintas dan parkir jadi penyebab tejadinya kemacetan khususnya pada waktu-waktu tertentu seperti malam pembukaan PRK dan di akhir minggu," kata Otong kepada benangmerah.co.id, Minggu (9/9/2018).

Ditambahkan Otong, emacetan yang terjadi dirasakan sendiri olehnya menjadi salah satu hal yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Untuk menuju lokasi saja perlu waktu satu jam khususnya bagi mereka yang membawa kendaraan roda empat yang terpaksa harus melajukan kndaraannya dengan merayap akibat kemacetan. Selain itu, warga yang bertempat tinggal di sekitaran wilayah rawan kemacetan tersebut pun jadi terganggu akifitasnya.

"Kemacetan ini membuat kenyamanan pngunjung terganggu, karena untuk menuju lokasi saja harus memakan waktu hingga satu jam. Selain itu akibat kemacetan yang terjadi, aktifitas warga sekitar titik kemacetan pun turut terganggu," kata Otong menambahkan.

Sementara itu,  Enda S. Wjaya, Sekretaris GASIBU Macan Puitih mengungkapkan bahwa penyediaan kantong-kantong parkir tidak di sertai jalur pintu keluar yang memadai turut menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Harusnya ada rekayasa lalu lintas yang mengatur jalur keluar masuk kendaraan dari dan ke arah PRK sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

"Seharusnya ada rekayasa lalu lintas yang mengatur keluar masuk kendaraan dari dan ke arah PRK khususnya pada kantung-kantung parkir di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan," kata Enda.

Enda menambahkan, rekayasa lalu lintas jalur keluar masuk kendaraan pengunjung tergantikan dengan rekayasa pendapatan yang menggiurkan. Lapak-lapak dan stand pedagang di jalan sebelah utara Pandapa Paramarta yang seharusnya di gunakan pintu keluar kantong parkir GOR Ewangga dan sebelah Timur lapang Mas’ud Wisnu Saputra malahan disewakan ke para pedagang, lapak dan stand memenuhi jalan kiri dan kanan.

"Harusnya penyelenggara lebih mengutamakan rekayasa lalu lintas demi mengutamakan kenyamanan pengunjung, bukan malah mengutamakan rekayasa pendapatan dengan menyewakan lapak-lapak di areal yang seharusnya jadi pintu keluar kantung pakir," ketusnya.

.roy