Terkait Pasokan Air Yang Dikeluhkan Warga, Ini Jawaban PDAM

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Terkait Pasokan Air Yang Dikeluhkan Warga, Ini Jawaban PDAM

Senin, 10 September 2018
Kuningan - Keluhan warga perumahan Alam Asri soal minimnya pasokan air dari PDAM ditanggapi langsung oleh Kepala PDAM Tirta Kamuning Kantor Cabang Kramatmulya, Mas Rifai Sabariman. Ditemui di kantornya, Senin (10/9/2018), Rifai yang didampingi oleh Kepala Divsi Transmisi dan Distribusi, Maman Suherman, serta Kepala Litbang, H Rohendi membenarkan adanya penjadwalan pasokan air ke beberapa wilayah sekitar Kelurahan Cirendang, Desa Kasturi, dan Kelurahan Ciporang, termasuk di dalamnya Perumahan Alam Asri.

Hal tersebut menurut Rifai, dikarenakan adanya penurunan debit air dari sumber mata air yang dikelola oleh PDAM untuk mengairi beberapa wilayah, termasuk sekitaran tiga wilayah tersebut.

"Akibat debit air yang menurun, PDAM harus melakukan penjadwalan pasokan air ke beberapa wilayah, karena kalau tidak seperti itu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan air dalam waktu bersamaan," paparnya.

Sistem penjadwalan yang dumaksud, imbuh Rifai, yaitu dengan menetapkan waktu pengaliran, contohnya untuk beberapa tempat seperti perumahan pesona mutiara kasturi, kasturi perdana, alam asri dan sekitarnya hanya mendapatkan pasokan air dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, sedangkan untuk siang hari pasokan airnya dialihkan ke wilayah yang lain dengan waktu dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

"Ada yang kebagian air dari pagi sampai sore, dan ada juga yang kebagian dari sore sampai pagi, itu biar semuanya kebagian," imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi kejadian pada hari Minggu, (9/9/2018) yang mana tidak ada pasokan air sama sekali selama 24 jam, Kepala Divisi Transmisi dan Distribusi PDAM, Maman Suherman menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya kebocoran pada pipa yang mendistribusikan air ke masyarakat.

"Kalau seharian kemarin tidak ada air, itu karena adanya kebocoran pipa. Itupun baru kami ketahui malam harinya saat membuka pasokan air untuk wilayah tersebut," jelas Maman.

Kebocoran pipa tersebut dikatakan Maman mengakibatkan air tidak mengalir ke rumah warga, padahal pihaknya sudah mengalirkan air sesuai dengan jadwal.

"Airnya sih sudah dialirkan, cuma gara-gara kebocoran itu akhirnya air tidak sampai ke rumah warga," kata Maman.

Menyikapi masalah menurunnya debit air di musim kemarau seperti sekarang ini, Kepala Litbang PDAM, H. Rohendi menjelaskan bahwa saat ini PDAM sendiri tengah mencari sumber-sumber mata air baru yang tentunya bisa dikelola untuk kepentingan bersama, sehingga ke depan jika debit air menurun maka kebutuhan air utuk masyarakat tidak terganggu seperti saat ini.

Namun menurutnya, meskipun banyak mata air yang bisa dikelola oleh PDAM, semua itu masih terkendala oleh masalah perizinan khususnya izin dari warga setempat.

"Kami terus meningkatkan pelayanan dengan mencari sumber mata air baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, masalah perizinan tetap jadi kendala, khususnya izin dari masyarakat sekitar lokasi mata air," tandasnya.


.irwan