Tolak Pasien Jamkesmas, Ketua DPRD Marah Besar

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Tolak Pasien Jamkesmas, Ketua DPRD Marah Besar

Rabu, 12 September 2018
Kuningan – Penolakan pasien peserta Jamkesmas diduga terjadi di RSUD 45 Kuningan. Kali ini menimpa Eri Kuseri (31), seorang pria warga Desa Ciherang Kecamatan Kadugede, Rabu malam (12/9/2018). Eri yang diketahui menderita tulang rusuk patah dan membutuhkan penanganan segera diduga diabaikan oleh petugas medis yang saat itu bertugas di Instalasi Gawat Darurat.

Keluarga pasien sempat emosi akibat merasa dipermainkan oleh petugas medis rumah sakit dengan alasan klasik ruangan penuh hingga ketiadaan fasilitas penunjang.

"Begitu datang ke IGD tidak langsung ditangani, padahal pasien sedang membutuhkan penanganan yang sesegera mungkin," kata Susanto yang turut mengantarkan pasien.

Diduga karena pasien menggunakan fasilitas Jamkesmas, petugas medis yang ada seolah enggan menangani pasien tersebut bahkan pasien dibiarkan tanpa kejelasan langkah penanganan selanjutnya. Meski akhirnya memang pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain dengan alasan fasilitas RSUD 45 yang dikatakan oleh petugas medis tidak memadai untuk menangani pasien tersebut.

Susanto yang merupakan Ketua Garda Bangsa Indonesia Kabupaten Kuningan ini pun sempat beradu mulut dengan petugas pendaftaran di rumah sakit tersebut. Pasalnya ada pernyataan bahwa di RSUD 45 Kuningan tidak menerima pasien yang menggunakan fasilitas Jamkesmas.

"Kalaupun harus bayar umum kita akan bayar, tapi tolong dong ditangani dulu sesuai prosedur, kalaupun di sini tidak bisa menangani tolong segera dirujuk, jangan dibiarkan begitu saja, ini urusannya dengan nyawa pasien," pinta Susanto dengan nada tinggi.

Mendengar adanya informasi keburukan pelayan medis RSUD 45 Kuningan, dimana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini tidak menerima pasien yang melakukan pembayaran dengan kartu Jamkesmas, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman, S.Sos marah besar dan langsung datang ke lokasi.

“Sekarang ikuti saja proseduralnya, nanti besok saya akan panggil direkturnya dan melakukan klarifikasi seperti apa SOP nya,” kata Rana saat tiba di lokasi dan menghampiri pasien.

Di lokasi, Rana pun sempat memperingati petugas medis untuk lebih mengutamakan keselamatan pasien tanpa harus mempersulit mereka dengan pertanyaan-pertanyaan seputar administrasi. Bahkan sebelum pasien dibawa dengan ambulance menuju rumah sakit lain, Rana juga sempat menegur peutugas ambulance agar bersikap lebih santun terhadap pasien.

"Tolong profesional dong sama pasien, santun lah menghadapi pasien seperti apapun," kata Rana kepada salah satu petugas medis.

Kasus buruknya pelayanan terhadap pasien Eri Kuseri ini menambah daftar kasus buruknya pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan ini, setelah sebelumnya beberapa kasus tentang pelayanan juga sempat terekspose media.

.roy