$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Disaat Calon Wakil Rakyat Sibuk Menebar Perhatian, Dua Lansia Ini Justru Terabaikan

Kuningan - Jelang Pemilihan Calon Anggota Legislatif baik di tingkat DPR-RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten, banyak dari para calon...

Kuningan - Jelang Pemilihan Calon Anggota Legislatif baik di tingkat DPR-RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten, banyak dari para calon anggota legislatif yang saat ini berlomba-lomba menarik simpatik dari masyarakat agar kelak di bilik suara mau mencoblos namanya agar dapat terpilih menduduki kursi wakil rakyat.

Berbagai cara dilakukan oleh para calon wakil rakyat ini melalui kampanyenya termasuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakat, bahkan tidak jarang dari mereka yang sampai merogoh koceknya demi memenuhi permintaan dari masyarakat yang berkomitmen untuk memilihnya.

Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh para calon wakil rakyat yang kini tengah menebar dan menabur perhatiannya kepada masyarakat, dua wanita lansia, Nenek Carmi (65) bersama kakak kandungnya, Warsuni (70), warga Rt.04 Rw.04 Dusun Wage, Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, yang kini hidup dalam kondisi yang memperihatinkan justru luput dari perhatian banyak orang.

Nenek Carmi sudah kurang lebih empat tahun mengalami lumpuh di kedua kakinya, sehingga hanya bisa terbaring lemas di balai-balai di dalam kamarnya. Sementara, Warsuni, kakaknya, juga tidak bisa berjalan dengan sempurna, kedua kakinya terasa lemas akibat gejala struk dan darah tinggi yang dideritanya.

"Ema mah asam urat, tos teu tiasa kamamana, alhamdulillah aya nu ngalongokan oge (Nenek menderita asam urat, sudah tidak bisa ke mana-mana, Alhamdulillah ada yang nengok juga)," ujar Nenek Carmi ketika ditemui di kediamannya, Senin (05/11/2018).

Kondisi yang begitu mengenaskan begitu tampak ketika memasuki kamar yang menjadi tempat Nenek Casmi terbaring karena kelumpuhan yang dideritanya. Kondisi dinding kamar yang sudah usang ditambah dengan bau tidak sedap yang begitu menusuk hidung membuat warga sekitar juga menjadi enggan untuk menghampiri.

Rupanya bau tidak sedap itu berasal dari dipan tempat nenek Carmi terbaring, dimana akibat kelumpuhannya sehingga segala aktifitasnya dilakukan di atas tempat tidurnya termasuk untuk buang air kecil maupun buang air besar. Meski demikian sang kakak tetap setia untuk membantu adiknya tersebut dalam melakukan aktifitasnya.

Bukan enggan untuk berobat, mereka sesekali juga memanggil bidan yang tak jauh dari rumah mereka. Namun, kata mereka, untuk kesembuhan sakit yang dideritanya, butuh biaya yang lumayan besar. Jangankan untuk biaya berobat yang begitu besar, bahkan untuk makan, kedua nenek tersebut hanya bisa mengandalkan belas kasihan dari warga sekitar. Itu juga bantuan tak seberapa, hanya cukup makan sekali saja.

"Saha wae nu masihan ema mah, dahar oge enjing sonten mah aya nu sok masihan ti tatangga, saayana wae (Siapa saja belas kasihan pada nenek, makan juga pagi sore suka ada yang memberi dari tetangga, seadanya), " keluhnya.

Keduanya memang hidup tanpa sanak saudara, ada juga saudara laki-laki, warga Desa Pangkalan, namun nasibnya tak jauh berbeda dengan mereka. Suami Warsuni, sudah tiga tahun meninggal karena sakit. Pun begitu dengan suami Carmi, sudah lama dipanggil Sang Pencipta. 

"Kieu geuning nasib jalmi nu teu gaduh wargi mah, anak oge teu gaduh, (Begini nasib orang yang tidak punya sanak keluarga mah, anak juga tidak punya), " ucap Nenek Carmi.

Melihat keadaan seisi rumah mereka, nampak jauh dari kelayakan. kursi sofa rusak berantakan bercampur perabotan layaknya gudang rongsokan berserakan di ruang depan. Sementara di ruang tengah, ada "meja makan" yang hanya diisi gelas dan piring plastik. Lantai rumah pun penuh dengan debu berserakan di sana-sini, mungkin tak mampu mereka bersihkan.

Tak ada kompor di dapur untuk mereka memasak makanan. Jangankan untuk memasak, yang mau dimasaknya juga tak ada. Bahkan air untuk minum pun, mereka selalu diberi tetangga belakang rumahnya.

Bukan tidak pernah tersentuh bantuan, mereka mengatakan sesekali ada warga yang tersentuh mengulurkan tangan pada mereka. Namun, itu jarang sekali mereka dapatkan. 

Terkait bantuan dari pemerintahan desa, ucap Warsuni, hanya sekedar pemberian beras raskin yang dititipkan pada tetangganya untuk makan mereka sehari-hari. 

Salah seorang tetangga mereka, Lili Saili menuturkan bahwa rumah mereka pun sebenarnya sudah terjual. Konon, uang dari penjualan rumah tersebut, dibayar dengan cara dicicil untuk biaya makan mereka sehari-hari. 

Terpisah, Ibu Suyami (55), tetangga yang biasa memberi makan kedua wanita lansia tersebut, menuturkan bahwa dirinya merasa kasihan kepada mereka. Sehingga, setiap hari, pagi dan sore hari, Ia mengantarkan makanan seadanya buat mereka.

"Karena kasihan saja Kang, mereka berdua sudah tidak punya saudara dan keadaannya repot tidak bisa kemana-mana. Untuk minum juga Saya yang ngasih," terang Suyami didampingi suaminya, Edi Nadi.

Terkait biaya untuk memberi makan kedua nenek tersebut, Suyami dan suaminya mengatakan, adalah murni dari pribadi mereka. Apa yang mereka makan hari itu, itu pula yang diberikan pada Nenek Carmi dan Warsuni.

"Seadanya saja kang, kami makan tempe, mereka pun sama. Kami makan tahu, mereka juga sama," ujar Edi Nadi menimpali.

.imam

PD BPR KUNINGAN
Nama

212,1,Acep Purnama,2,Acep-Ridho,3,adiwiyata mandiri,1,AFF 2018,1,Aldy Prastianto,1,Amin Santono,4,an,1,Ancaran,1,Aneka,15,Aneka Berita,1,Asean Games,1,Ashley Marie Powell,1,Asian Development Bank,1,Asian Games,1,ASN Nyaah Ka Masyarakat,1,Azizah Talita Dewi,1,Bandung,2,Banjar,1,bantuan aspirasi domba,1,Bara Nusantara,1,bawaslu,1,Bawaslu Kuningan,3,Bela Islam,1,BIJB,1,Bisnis,1,BNN,1,Bobotoh,1,BPJS,1,BPR Kuningan,1,BTB Kabupaten Kuningan,1,Bule,1,Bupati Cirebon,1,bupati kuningan,1,calon kepala sekolah,1,Ciamis,1,cibingbin,2,ciniru,1,Cirebon,10,dak perumahan 2018,1,Dana Desa,2,data veteran,1,Desa,1,desa kertaungaran,1,desa Legokherang,1,dinas pertanian,1,Dinkes,1,DPMPTSP,1,dugaan Pungli,1,Ekonomi,13,Emak-emak,1,Fatwa,1,G 30 S PKI,1,Gasibu MP,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,Gempa Lombok,1,GMBI,1,GP Anshor,1,gubernur jabar,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Harhubnas 2018,1,Hari Pangan Sedunia Ke 38,1,Hari Santri Nasional,1,Haringga,1,Harnida Darius,1,HIPPI,1,HIPPI Apps,1,Hot News,44,HSN,1,Hukum,26,Idus Marham,1,ijin,1,ijin IMB,1,Ika Acep Purnama,1,IPB,1,Jakarta,5,jalan Cipasun Subang,1,Jaminkan BPKB,1,Jawa Barat,1,Jemaah Haji,1,Jepang,1,Jokowi,4,Jurnalis,1,KAMMI,1,Kampanye Damai,1,kanminvet,1,kasus Acep,1,KB FKPPI,1,Kekerasan,3,Kemenag Kab Kuningan,1,Kemiskinan,1,keputusan,1,keputusan Bawaslu,1,Kesehatan,13,koalisi 5 partai,1,Korupsi,9,KPK,8,KPU,2,Kriminal,1,krisyudi,1,KUA Kuningan,1,kualifikasi piala asia U-23,2,Kuningan,140,Kuningan Super Blok,1,lapor,1,Launching Program,1,LMPI,1,longsor,1,LVRI,3,Ma'ruf Amin,1,Mahkamah Konstitusi,1,majalengka,1,Meikarta,1,MoU,1,MR,1,mtsn 4 kuningan,1,MUI,1,Narkoba,2,Nasional,15,Ngopi Bareng Bang Sandi,1,ODOJ,1,Oemerintahan,1,Olahraga,8,Operasi Zebra 2018,1,Opini,14,Ormas,1,OTT,2,pabrik pulpen,1,PAN,1,Pangandaran,1,Partai Demokrat,2,pd bpr,1,PDAM Tirta Kamuninga,2,PDAM Tirta Kamuningan,1,Pekan Raya Kuningan 2018,1,pelantikan ppk,1,Pembunuhan,2,Pemerintahan,47,Pemilihan Ulang,1,Pemilu 2019,4,Pemrintahan,1,Pemuda Pancasila,2,Pendidikan,20,pengawasan,1,pengelolaan dana desa,1,Pengusaha,1,penyalahgunaan,1,Permasalahan,1,persiapan Timnas U-23,1,persiapan UAMBN,1,Persija,1,perumahan polisi,1,Pileg 2019,1,Pilpres 2019,1,PKB,1,PKK,1,PKS,4,Polemik,1,Politik,31,Politik Uang,1,Polres,1,Porpemda Karawang,1,PP,1,PPP,1,Prabowo,1,Prabowo-Sandi,1,PTSL,1,Pungli,2,PUPR,1,Ra'i,1,ranking pertama,1,ranting,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,Reses,1,Ridwan Kamil,1,Romahurmuziy,1,Rumah Sakit Terpadu,1,Sandiaga Uno,2,Sanimas IDB,1,Santri,1,Satpol PP,1,Sekda Kuningan,1,Skandal,1,SMKN 5 Kuningan,1,SMPN 4,1,Sosial Budaya,28,Suap,2,Subang,1,Sumah Sandiuno Indonesia,1,Sumpah Pemuda,1,Sumpah Pemuda 2018,1,Sunjaya,2,Tasikmalaya,1,tata ruang,1,TdL IV,1,Timnas U-16,1,timnas U-23,1,TMMD ke-104,1,Tommy Soeharto,1,Tour de Linggarjati,2,Tupoksi BPK dan DPR,1,ultah ke-37,1,UMKM,1,UNBK 2019,1,Unjuk Rasa,1,Vaksin,1,video laknat,1,video viral,2,Wartawan,2,Wisata,11,workshop ASI Eksklusif,1,Yosa Octora Santono,2,Yoyoh Rukijah,1,Zona Integritas,1,
ltr
item
Benang Merah: Disaat Calon Wakil Rakyat Sibuk Menebar Perhatian, Dua Lansia Ini Justru Terabaikan
Disaat Calon Wakil Rakyat Sibuk Menebar Perhatian, Dua Lansia Ini Justru Terabaikan
https://1.bp.blogspot.com/-i6VCBnPnVMs/W-DSJAmdblI/AAAAAAAAA6c/Syl-VHCNzjkBNMARg8TBT90UdWV3C5clACLcBGAs/s320/IMG-20181105-WA0013.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-i6VCBnPnVMs/W-DSJAmdblI/AAAAAAAAA6c/Syl-VHCNzjkBNMARg8TBT90UdWV3C5clACLcBGAs/s72-c/IMG-20181105-WA0013.jpg
Benang Merah
http://www.benangmerah.co.id/2018/11/disaat-calon-wakil-rakyat-sibuk-menebar.html
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/2018/11/disaat-calon-wakil-rakyat-sibuk-menebar.html
true
7612966153816918574
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy