Potongan Gaji Veteran Dikeluhkan Anggota LVRI Ranting Kecamatan Cibingbin

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Potongan Gaji Veteran Dikeluhkan Anggota LVRI Ranting Kecamatan Cibingbin

Minggu, 27 Januari 2019
Kantor LVRI Ranting Kecamatan Cibingbin
KUNINGAN - Beberapa anggota veteran ranting kecamatan cibingbin keluhkan potongan gaji yang diterimanya tiap bulan. Bagaimana tidak, potongan gaji oleh pengurus LVRI ranting kecamatan Cibingbin ini berlangsung selama bertahun-tahun.

Gelar veteran merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah RI bagi yang telah berjuang pada zaman dulu. Dengan adanya penghargaan gelar veteran , pemerintah berharap kesejahteraan veteran yang sudah usia lanjut bisa meningkat dari sebelumnya. Namun demikian kesempatan ini diduga dimanfaatkan oleh beberapa oknum baik veteran dan non veteran yang berperan sebagai pengurus LVRI baik di ranting maupun cabang.

Seperti yang terjadi di LVRI ranting kecamatan Cibingbin. Pengurus ranting yang mempunyai sekitar 180 orang veteran yang rata-rata sudah jompo atau usia lanjut, memberlakukan potongan gaji bagi para anggota veteran sebesar Rp.307.000. Walaupun dengan alasan melalui suatu rapat ranting, tapi dirasa sangat memberatkan para veteran di wilayah kecamatan Cibingbin.
Keluhan beberapa anggota veteran ranting Cibingbin dibenarkan salah satu pengurus LVRI cabang Kuningan. Letnan Purn Achmad  yang menjabat sebagai sekretaris di LVRI Cabang mengaku pernah menerima laporan dan keluhan dari anggota LVRI ranting Cibingbin tersebut.

“Ya, benar...beberapa anggota veteran ranting Cibingbin sering datang dan mengeluh ke saya karena jumlah potongan gajinya tidak umum seperti diranting lain. Bahkan mereka sampai membawa bukti voucer serta potongan gaji yang dipotong oleh pengurus ranting Cibingbin”, kata Achmad saat ditemui di kantor LVRI, Kamis (24/1).

Menurutnya potongan sebesar Rp. 307.000 sudah terlalu besar dan tidak sesuai dengan AD/ART LVRI. Menurut aturan yang tertuang dalam AD/ART LVRI potongan yang diperbolehkan oleh pengurus LVRI maksimal hanya Rp. 60.000.

“Masalah ini bahkan sudah saya kirim ke Bandung, tapi belum ada tindak lanjut”, tambah Achmad.

Ditempat terpisah, bagian Rekapitulasi Komponen Cadangan TNI AD KANMINVETCAD Kuningan, Furqon membenarkan atas adanya permasalahan tersebut. Selain sudah menyalahi AD/ART, kalau potongan itu langsung dilakukan oleh pengurus di Bank juga menyalahi standar SOP pelayanan.
“Pengurus melalui bank tidak boleh melakukan potongan sebesar itu langsung sebelum diterima YBS (Yang bersangkutan.red). Itu sudah menyalahi standar SOP pelayanan”, tegas Furqon.

Sementara itu sampai berita ini dimuat, sekretaris LVRI ranting Cibingbin, Iman sangat sulit ditemui ditemui dan cenderung selalu menghindar dari awak media. Sekadar informasi, Iman merupakan sekretaris LVRI non veteran yang sangat berpengaruh di pengurus ranting Cibingbin, setelah ketua meninggal dunia. Menurut AD/ART LVRI jabatan sekretaris seharusnya dijabat orang veteran.

.Irwan