“Sekolah Gratis”, Yang Mampu Membangun Sarana Sebagai Penunjang Mutu Pendidikan.

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

“Sekolah Gratis”, Yang Mampu Membangun Sarana Sebagai Penunjang Mutu Pendidikan.

Rabu, 09 Oktober 2019
Kampus SMAN 1 Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

KUNINGAN (BM) - SMA Negeri 1 Pasawahan kabupaten Kuningan Jawa Barat merupakan salah satu percontohan Sekolah Menengah Atas yang tidak memungut biaya pendidikan alias gratis. Meski demikian pada kenyataannya perlahan sekolah ini mampu berkembang dan bersaing dengan sekolah lainnya. 

Perkembangan dari sisi sarana dan prasarana mulai terlihat saat ini di bawah kepemimpinan kepala sekolah Dra. Ii Wasita, M.Hum. Pada tahun 2019 ini SMAN 1 Pasawahan termasuk salah satu sekolah yang mendapat perhatian dari BI (Bank Indonesia) untuk mendapatkan bantuan sosial dibidang pendidikan yaitu BI Corner.

Program bantuan sosial dari BI yang dikerjakan oleh pihak ketiga (rekanan) ini sudah rampung pengerjaannya, bahkan rencananya bulan oktober ini bertepatan dengan hari literasi akan diadakan peresmian BI Corner yang akan dihadiri perwakilan dari BI dan Ibu Bupati Kuningan.


Kepala Sekolah SMAN 1 Pasawahan Dra. Ii Wasita, M.Hum dan Wakasek Kurikulum, Jabidi S.Pdi, M.M.

“Rencananya tanggal 24 Oktober ini akan dilangsungkan peresmian BI Corner oleh perwakilan dari BI dan kita juga mengundang Ibu Bupati Kuningan yang mudah-mudahan bisa berkenan hadir,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Pasawahan Dra. Ii Wasita, M.Hum saat ditemui awak media, Rabu (9/10).

Disamping BI Corner,  SMAN 1 Pasawahan disaat yang hampir bersamaan juga tengah merehabilitasi ruangan kantor dan ruang kelas serta pembangunan mesjid. Hal ini tentunya merupakan suatu upaya dalam meningkatkan sarana dan prasarana demi mencapai mutu pendidikan yang lebih baik.

“Rehabilitasi kantor dan ruang kelas yang tengah berlangsung merupakan bantuan provinsi. Sementara kalau pembangunan mesjid kita masih terus berharap uluran tangan dari donatur, terutama dari pa haji dari Kaliaren,” jelas Ii didamping Wakasek Kurikulum Jabidi S.Pdi, M.M.

Apa yang dilakukan SMAN 1 Pasawahan jelas merupakan pemahaman bahwa tanpa biaya pendidikan dari siswa dan orang tua siswa pun sebenarnya kegiatan pendidikan di sekolah masih bisa berjalan dan berkembang untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik. Karena secara jelas untuk kegiatan pendidikan sudah dibiayai pemerintah melalui dana BOS.  

. (Irwan)