Ada Yang Aneh Dengan Pengelolaan Rp 250 Juta Anggaran Perayaan Tahun Baru 2020, Ketika Dikonfirmasi Media, Saling Lempar

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ada Yang Aneh Dengan Pengelolaan Rp 250 Juta Anggaran Perayaan Tahun Baru 2020, Ketika Dikonfirmasi Media, Saling Lempar

Selasa, 21 Januari 2020
Ilustrasi Anggaran APBD Yang Berpotensi Menjadi Bancakan Pejabat

KUNINGAN, (BM) - Selain cukup fantastis yang hanya menampilkan pentas seni dan musik di 2 titik, pengelolaan anggaran perayaan tahun baru 2020 sebesar Rp. 250.000.000 terkesan ada yang aneh. 

Seperti tertera dalam APBD kabupaten Kuningan tahun 2019, perayaan tahun baru 2020 merupakan salah satu anggaran PHBN (Perayaan Hari Besar Nasional). Sudah semestinya kegiatan PHBN ini dikelola oleh Panitia PHBN yang sudah ditetapkan dengan kesekretariatan bertempat di Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kuningan.

Namun ketika awak media ingin konfirmasi terkait anggaran tersebut kepada panitia PHBN kabupaten Kuningan justru malah saling lempar. Dadang yang merupakan Kepala Seksi Pelayanan Informasi Diskominfo kabupaten Kuningan yang juga tergabung sebagai Panitia PHBN ketika ingin dikonfirmasi justru  malah melemparkan kepada Asep sebagai bendahara dan Hj. Yayah sebagai Kasubag Keuangan Bagian Keuangan Setda (red. saat ini Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan) serta Ukas Suharfaputra sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Kuningan.

"Untuk pengelolaan anggaran perayaan tahun baru silakan konfirmasi ke Bu Hj. Yayah bagian keuangan Setda dan Pak Ukas Kadis Ketahanan Pangan. Bukan dikelola oleh saya," kata Dadang melalui sambungan seluler, Kamis (16/1).

Atas dasar informasi tersebut awak media berusaha menemui bagian keuangan Setda kabupaten Kuningan. Menurut bendahara bagian keuangan setda, Asep menjelaskan justru Dadang beserta tiga anak buahnya dari PHBN yang mengambil uang kegiatan perayaan tahun baru 2020 sebesar Rp. 250 juta.

"Saya hanya mencairkan dana tersebut, justru yang mengambil Pak Dadang dari Diskominfo beserta 3 anak buahnya, yang satu wanita," jelas Asep saat ditemui di Bagian Keuangan Setda Kabupaten Kuningan, Jumat (17/1).

Sementara itu Hj. Yayah yang saat ini dimutasi dari Kasubag Keuangan Bagian Keuangan Setda menjadi Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan saat ditemui menjelaskan dirinya hanya mengelola pajaknya saja. 

"Saya hanya membayarkan pajaknya saja, sementara anggaran yang lain dikelola oleh pak Dadang dan pak Ukas. Pak Dadang untuk ijin dan kesekertariatan dan pak Ukas untuk kegiatannya. Saya juga merasa kaget disuruh Plt Kabag Keuangan pada waktu itu pak Guruh untuk menyerahkan uang kegiatan ke pak Ukas. Padahal ketua Panitia PHBN saat itu masih pa Maman Hermansyah dan sekretarisnya juga pak Tedi Suminar kadis Diskominfo," jelas Hj. Yayah, Senin (20/1).

Yang menjadi aneh saat dikonfirmasi besaran pajak yang disetorkan, Hj. Yayah mengaku tidak ingat dan datanya ada di staf keuangan Setda Kuningan.

Adanya informasi yang tidak jelas dan terkesan saling lempar ini menguatkan dugaan bahwa terjadi kelebihan anggaran dari kegiatan tersebut yang bisa menjadi Bancakan beberapa pejabat di kabupaten Kuningan.

Sementara Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ukas Suharfaputra saat berusaha ditemui sedang tidak ada di tempat.

.(Irwan/Anton's)