Kades Karangkancana Sulit Ditemui, Pengelolaan Dana BUMDes Dipertanyakan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Kades Karangkancana Sulit Ditemui, Pengelolaan Dana BUMDes Dipertanyakan

Senin, 02 Maret 2020
Ilustrasi Dana BUMDes

KUNINGAN, (BM) - Sekitar bulan November 2019 lalu 25 desa di kabupaten Kuningan telah menerima Bantuan Permodalan BUMDes melalui Bantuan Gubernur (Bangub) Desa Berprestasi tahun 2019. Dana bantuan tersebut diperuntukkan membantu permodalan BUMDes di tiap desa. 

Termasuk Desa Karangkancana kecamatan Karangkancana kabupaten Kuningan merupakan salah satu desa yang mendapat bantuan tersebut. 

Informasi yang berhasil dihimpun benangmerah.co.id, BUMDes Karangkancana yang bergerak dibidang perdagangan tersebut masih belum menunjukan kegiatan ekonomi secara real walaupun dana bantuan sudah diterima lewat rekening BUMDes. 

Beberapa sumber informasi yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan diduga dana BUMDes tersebut diambil kembali dan dikelola kepala desanya. Jelas hal ini sudah melanggar aturan BUMDes dan perlu dipertanyakan pihak terkait, baik inspektorat maupun kejaksaan.

Menurut mantan Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) DPMD kabupaten Kuningan yang per-Januari 2020 menjadi salah satu Kepala Bidang di Disnakertrans, H. Deden Kurniawan S, SE, M.Si, mengatakan pengelolaan keuangan BUMDes mutlak kewenangan pengurus BUMDes. Kepala Desa hanya sebagai pengawas dan tidak berhak memegang atau mengelola keuangan. 

"Jangankan kepala desa mengelola keuangan, pengurus BUMDes-nya saja tidak boleh ada keterikatan saudara atau kerabat dengan aparat desa. Misalnya istri atau anak atau adik perangkat desa tidak boleh jadi pengurus BUMDes," terang Deden saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Karangkancana, Asep Rohimat sudah beberapa kali berusaha ditemui awak media baik di rumah dan di kantor kepala desa, namun sulit untuk ditemui karena selalu tidak ada di tempat. (Irwan/Anton)