26 SD dan 20 SMP Dapat Bantuan DAK Pendidikan

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

26 SD dan 20 SMP Dapat Bantuan DAK Pendidikan

Rabu, 04 Agustus 2021
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Disdikbud Kabupaten Kuningan, Rizal Arif Gunawan, SE, M.Si


Kuningan, (BM) - Sebanyak 26 Sekolah Dasar (SD) dan 20 SMP mendapat bantuan pembangunan dan rehabilitasi yang bersumber dari Dana Aloksi Khusus (DAK) Pendidikan.


Berbeda dengan tahun sebelumnya, semua pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi sekolah baik yang bersumber dari DAK Pendidikan maupun APBD tahun ini dilaksanakan oleh pihak ketiga (rekanan). Hal ini diputuskan berdasarkan kebijakan Kepala Daerah setempat atau bupati.


"Diakui memang pelaksanaan secara swakelola oleh sekolah hasilnya lebih berkualitas daripada oleh pihak ketiga. Walaupun pelaksanaan oleh pihak ketiga baik melalui lelang maupun penunjukkan langsung dinilai profesional," jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Rizal Arif Gunawan, SE, M.Si, Selasa (3/8).


Menurutnya, saat ditemui benangmerah.co.id di ruang kerjanya, menjelaskan keputusan pelaksanaan kegiatan baik itu swakelola ataupun pihak ketiga mengikuti kebijakan Bupati.


"Kalau bupati ingin pihak ketiga, ya kita mengikuti. Demikian juga apabila kepala daerah memutuskan swakelola," tambahnya


Sementara itu teknis pembagian kegiatan tahun ini mengacu pada menu kegiatan. Bukan berdasarkan sekolah. Artinya, dalam satu sekolah sangat dimungkinkan dikerjakan oleh lebih dari satu perusahaan.


"Sesuai dengan menu yang ada di aplikasi. Apabila dalam satu sekolah ada tiga kegiatan, misalnya, rehab ruang kelas, rehab perpustakaan dan RKB. Maka, bisa dilaksanakan oleh 3 perusahaan," jelas Rizal.


Untuk tahun ini, masih Rizal kabupaten Kuningan mendapat alokasi DAK Pendidikan sebesar kurang lebih 17 Milyar untuk SD dan 17 Milyar untuk SMP. Untuk SD, kegiatan fisik sekitar 10 milyar lebih, sementara 6 milyar lebih digunakan untuk pengadaan TIK.


.(Irwan)