Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMKN 2 Kuningan Gelar IHT 10 Hari

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMKN 2 Kuningan Gelar IHT 10 Hari

Selasa, 26 Juli 2022
In House Tranning Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Kuningan


Kuningan, (BM) - Guna menunjang implementasi Kurikulum merdeka ditahun ajaran baru 2022/2023, SMKN 2 Kuningan menggelar In House Tranning bertempat di gedung aula sekolah, Selasa (26/7). Kegiatan tersebut akan berlangsung 10 hari, mulai dari tanggal 25 juli - 5 Agustus 2022 dengan pembicara dari BMTI Bandung.


Adanya kurikulum merdeka dianggap pihak sekolah sebagai kemajuan di dunia pendidikan, sebab diungkapkan Kepala SMKN 2 Kuningan, Ibnu Udy Prasetyo melalui wakasek Kurikulum Mudjijono memiliki keunggulan dibanding kurikulum 13. 


Menurutnya, capaian pembelajaran bukan berdasarkan level- level penguasaan materi yang disampaikan seperti pada kurtilas, akan tetapi bagaimana seorang siswa bisa mengeluarkan potensinya masing-masing.


"Ada sepuluh point yang harus diketahui dari kurikulum merdeka, mulai dari spektrum keahlian, program keahlian dan seterusnya sampai pada sertifikasi pendidik. Tapi yang sangat urgent yang berhubungan dengan pembelajaran siswa yaitu berhungan dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan modul ajar serta proses dan penilaian assesment," jelas Mudjijono.


Guru-Guru SMKN 2 Kungan tengah Mengikuti IHT


Ditambahkannya, inilah hal-hal yang mutlak harus diketahui oleh para guru supaya proses belajar ke anak lebih menyenangkan dan sesuai dengan SOP Kurikulum merdeka.


Sementara kepala SMKN 2 Kuningan, Ibnu menambahkan bahwa secara konsep, ada kesamaan antara kurtilas dengan kurikulum merdeka, hanya saja ada pembaharuan pada paradigma berpikirnya, dimana kurikulum merdeka tidak mengejar ketuntasan materi, tapi bagaimana anak bisa mencapai keterampilan tertentu sesuai potensi yang ada pada diri anak itu sendiri.


"Pada kurikulum merdeka, anak bisa berbicara menjelaskan suatu keilmuan, suatu kompetensi berarti anak tersebut sudah punya kemampuan. Sebetulnya kurikulum sekarang lebih sederhana, simpel sehingga guru akan lebih dimudahkan dalam penilaian terhadap siswa," ungkap Ibnu disela-sela kegiatan IHT.


Kepala SMKN 2 Kuningan, Ibnu Udy Prasetyo


Dirinya berharap, dengan penerapan kurikulum merdeka di SMKN 2 Kuningan, potensi yang ada disetiap siswa bisa muncul secara maksimal. Sebab pada dasarnya manusia dilahirkan dengan potensinya masing-masing. Untuk itu guru dituntut bisa memberikan materi secara bervariasi dan lebih interaktif. 


"Misalkan hari ini guru melatih anak dari segi pendengaran, besok melatih penglihatannya, lusa melatih anak agar berbicara menjelaskan sesuatu, sehingga potensi siswa bisa diketahui dengan baik," pungkasnya.


.(Irwan)