Benang Merah

Benang Merah

  • Bisnis
  • _Ekonomi
  • _Keuangan
  • _Konstruksi
  • _UMKM
  • Teknologi
  • _Iptek
  • _AI
  • _Kripto
  • Pengetahuan
  • _Pendidikan
  • _Kesehatan
  • _Sosial Budaya
  • _Wisata
  • Pemerintahan
  • _Politics
  • _Hukum
  • Olahraga
  • _Sepakbola
  • _Otomotif
  • Video
  • Search Button
  • Beranda
  • Formasi
  • Headline
  • Kuningan
  • Pemerintahan

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Berpesta? FORMASI Soroti Gaya Hidup Mewah di Tengah Krisis Anggaran

Oleh www.benangmerah.co.id
Agustus 07, 2026

 


KUNINGAN, (BM) – Di tengah gencarnya pemerintah mengampanyekan efisiensi anggaran, muncul sorotan tajam dari kalangan masyarakat sipil terhadap gaya hidup sebagian pejabat yang dinilai tidak mencerminkan semangat penghematan.

Humas Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Irman Syamsul Bahri, menilai kondisi tersebut menimbulkan ironi di tengah kesulitan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Menurutnya, alasan keterbatasan anggaran hampir selalu dijadikan dasar untuk menjelaskan lambatnya pembangunan infrastruktur, minimnya pelayanan publik, hingga tertundanya berbagai program yang menyentuh kepentingan rakyat.

"Rakyat diminta memahami kondisi keuangan daerah yang dikatakan sedang sulit. Namun di sisi lain, masyarakat justru menyaksikan sebagian pejabat hidup bergelimang kemewahan. Ini tentu memunculkan pertanyaan dan rasa keadilan publik," ujar Irman.

Ia mengatakan, kepemilikan berbagai aset bernilai tinggi seperti vila, rumah kos, lahan maupun usaha oleh sebagian pejabat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, wajar menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara penghasilan resmi dengan akumulasi kekayaan yang dimiliki.

Irman juga menyoroti berkembangnya persepsi publik mengenai dugaan kepemilikan aset maupun investasi melalui pihak lain. Menurutnya, persepsi tersebut hanya dapat dijawab melalui transparansi dan keterbukaan para pejabat mengenai asal-usul harta kekayaan serta potensi benturan kepentingan yang mungkin terjadi.

"Jangan sampai jabatan publik hanya dijadikan sarana untuk memuluskan kepentingan usaha pribadi dan memupuk mental dagang atas nama pengabdian kepada masyarakat. Jabatan adalah amanah untuk melayani rakyat, bukan instrumen untuk memperluas jaringan bisnis atau memperoleh keuntungan dari kebijakan yang dibuat. Bila praktik seperti itu terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin terkikis," tegas Irman.

Menurutnya, seorang pejabat yang secara langsung maupun tidak langsung memiliki kepentingan bisnis yang berkaitan dengan kebijakan yang dibuatnya berpotensi menimbulkan benturan kepentingan. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat membuka ruang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

FORMASI menilai masyarakat tidak pernah mempersoalkan apabila pejabat memiliki kekayaan yang diperoleh secara sah. Namun sebagai penyelenggara negara, setiap pejabat memiliki kewajiban moral dan hukum untuk mempertanggungjawabkan harta kekayaannya secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Irman mendorong aparat penegak hukum, lembaga pengawas, serta instansi yang berwenang untuk terus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan jabatan dan benturan kepentingan. Menurutnya, setiap dugaan harus diuji melalui mekanisme hukum yang objektif dan berdasarkan alat bukti yang sah agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

"Kepercayaan publik tidak dibangun melalui seremoni dan pencitraan semata, tetapi melalui integritas, keteladanan, serta transparansi. Jika pemerintah meminta rakyat berhemat, maka semestinya para pejabat menjadi contoh pertama dalam menerapkan gaya hidup sederhana dan menjunjung tinggi akuntabilitas," pungkasnya.

(Redaksi)

Tags:
  • Formasi
  • Headline
  • Kuningan
  • Pemerintahan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal












































Most popular
  • Prasarana SMPN 1 Nusaherang Meningkat Pesat. Panggung Theater Terbuka Menarik Perhatian

    Februari 04, 2023
    Prasarana SMPN 1 Nusaherang Meningkat Pesat. Panggung Theater Terbuka Menarik Perhatian
  • Dugaan Perselingkuhan dan Penyalahgunaan Dana Desa Coreng Nama Baik Desa Linggarjati

    Oktober 19, 2026
    Dugaan Perselingkuhan dan Penyalahgunaan Dana Desa Coreng Nama Baik Desa Linggarjati
  • Apa Tidak Ada Yang Lain.... Istri Kepala Menjadi Bendahara BOS di Sekolah Yang sama

    Februari 25, 2023
    Apa Tidak Ada Yang Lain....  Istri Kepala Menjadi Bendahara BOS di Sekolah Yang sama
  • RSU El Syifa Resmikan Ruang Perawatan Bagi ODGJ

    Oktober 18, 2018
    RSU El Syifa Resmikan Ruang Perawatan Bagi ODGJ
  • Perpres 115 Tahun 2025 : Mitra MBG (dapur) Dilarang Merangkap Sebagai Supplier

    April 21, 2026
    Perpres 115 Tahun 2025 : Mitra MBG (dapur) Dilarang Merangkap Sebagai Supplier
Most popular tags
  • Bisnis
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Wisata
Benang Merah
Company
  • About Us
  • Redaksi
  • Advertise With Us
  • Contact Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Accessibility
  • Disclaimer
News
  • Bisnis
  • Pemerintahan
  • Pengetahuan
  • Teknologi
  • Olahraga
Market Data
  • Stocks
  • Commodities
  • Rates & Bonds
  • Currencies
Copyright © 2025 BENANG_MERAH
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo