Warga Desa Cikadu Jadi Bulan-bulanan Babi Hutan Liar

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Warga Desa Cikadu Jadi Bulan-bulanan Babi Hutan Liar

Kamis, 13 September 2018
Kuningan - Nasib malang dialami oleh Juju Kenju (50) salah seorang warga Desa Cikadu, Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Maksud hati ingin mengusir babi hutan liar yang masuk ke dalam rumahnya, Juju malah jadi bulan-bulanan babi hutan tersebut hingga harus dilarikan ke RSUD 45 Kuningan karena mengalamai luka parah di bagian kemaluannya hingga ususnya pun terburai.

Menurut keterangan Ade (48) yang merupakan adik ipar korban, kejadian tersebut terjadi pada Kamis sore, (13/9/2018). Awalnya ketika diketahui ada seekor babi hutan yang masuk ke dalam rumahnya, Juju mencoba untuk mengusirnya ke luar rumah. Alih-alih ke luar, babi tersebut malah berlari ke kamar mandi, sehingga Juju pun turut mengejarnya. Namun disitulah kejadian nahas tersebut terjadi.

"Tadinya kakak ipar saya mau ngusir babi yang masuk ke rumah, pas dikejar babinya malah masuk ke kamar mandi, nah disitulah babi mulai menyerang kakak ipar saya hingga akhirnya terluka parah," terang Ade saat menemani kakak iparnya di rumah sakit.

Kejadian yang dialami kakak iparnya ini, sambung Ade, merupakan kejadian pertama babi hutan yang masuk ke wilayah sekitar tempatnya bermukim, terlebih kejadian ini sampai menimbulkan korban.

"Seumur-umur baru kali ini ada babi masuk ke pemukiman, apalagi sampai menimbulkan korban," ujar Ade.

Dari keterangan masyarakat sekitar, babi hutan dewasa yang turun ke pemukiman tersebut diduga sebagai babi yang sedang mencari makan namun malah tersesat masuk ke pemukiman warga. Desa Cikadu yang memang masih memiliki banyak wilayah hutan yang rindang sehingga memungkinkan untuk menjadi habitat bagi satwa sejenis babi.

"Desa ini kan masih banyak wilayah hutannya, jadi memang banyak satwa yang hidup di sana termasuk babi hutan," ujar salah seorang warga bernama Seno.

Menurut Seno, ada kemungkinan karena saat ini memasuki musim kemarau, ketersediaan makanan di habitat asli babi menjadi berkurang sehingga babi mencari makan hingga ke luar habitatnya bahkan mencapai pemukiman warga.

"Bisa jadi karena musim kemarau sehingga makanan di habitatnya berkurang makannya babi turun ke pemukiman untuk mencari makan," duga Seno.

.roy