Orang Tua Peserta Apresiasi Gelaran Kejuaraan Renang Bupati Cup

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Orang Tua Peserta Apresiasi Gelaran Kejuaraan Renang Bupati Cup

Kamis, 12 September 2019
Para Orang tua Peserta Saat Menyaksikan Anaknya dalam Kejuaraan Renang Bupati Cup


KUNINGAN (BM) - Kejuaraan renang Bupati Cup yang berhasil digelar Pengcab PRSI kabupaten Kuningan mendapat apresiasi dan respon positip dari para orang tua peserta renang. Sebagian besar berharap agar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Kuningan dapat secara rutin menggelar lomba demi menjaga konsitensi kompetisi, baik dari para bibit atlet, atlet profesional, maupun pihak pembina cabang olahraga ini.

“Saya sangat apresiatif dengan adanya kejuaraan renang ini. Kebetulan anak saya bapaknya seorang TNI, jadi untuk melatih fisiknya, dan juga sesuai hobinya renang. Selaku orang tua sangat mendukung, apalagi dengan seringnya lomba, siapa tahu anak saya bisa berprestasi menjadi atlet, atau menjadi tentara sepert ayahnya,” tutur Devi Trisna, ibu dari peserta atas nama, Rhavi Fathurrahman saat dimintai komentar usai lomba Rabu (11/9).

Senada dengan hal tersebut, dikemukakan orang tua peserta lainnya, Hj. Nani, warga lingkungan Pasapen, Kelurahan/Kecamatan Kuningan. Yang mana, cucu dari dua peserta “Kejuaraan Renang Bupati Cup PRSI Kuningan” ini, mengatakan kalau dirinya selalu menganjurkan kepada anaknya, atau bapak/ibu dari peserta, supaya selalu memenuhi keinginan positif dari putra/putrinya.

“Kebetulan bapak/ibunya sibuk kerja tidak dapat izin, tidak bisa menemani anak-anaknya mengikuti lomba renang ini. Tapi, demi mendukung cucu-cucu saya meraih prestasi dari bakat yang mereka miliki, walaupun saya sudah nenek-nenek, tetap semangat memberikan support. Bahkan, saya selalu mengingatkan kepada anak-anak saya, supaya menuruti keinginan anaknya jadi atlet renang. Namanya orang hidup, nasib baik tidak selalu harus jadi PNS atau pegawai BUMN,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi humaskuningan.com, Kamis (12/9).
.(One)