Browser Anda tidak mendukung tag video ini.
Benang Merah

Benang Merah

  • Bisnis
  • _Ekonomi
  • _Keuangan
  • _Konstruksi
  • _UMKM
  • Teknologi
  • _Iptek
  • _AI
  • _Kripto
  • Pengetahuan
  • _Pendidikan
  • _Kesehatan
  • _Sosial Budaya
  • _Wisata
  • Pemerintahan
  • _Politics
  • _Hukum
  • Olahraga
  • _Sepakbola
  • _Otomotif
  • Video
  • Search Button
  • Beranda
  • Kesehatan
  • Opini
  • Sosial Budaya

Gerakan Massal Imunisasi Satu Juta Anak Papua

Oleh www.benangmerah.co.id
Juli 28, 2018
benangmerah.co.id - Bidan Reski Bunga masih belia. Umurnya baru 25 tahun. Namun, jangan ditanya soal pengalamannya bertugas di daerah terpencil di Papua.

Bidan Reski sudah tiga tahun bertugas di Puskesmas Kolofbrasa, Distrik Kolofbrasa, Kabupaten Asmat. Wilayah Kolofbrasa hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kapal motor cepat selama 6-8 jam dari Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Puskesmas Kolofbrasa melayani 14 kampung. Dalam tugasnya, bidan Reski dibantu empat perawat dan satu kepala puskesmas.

Tak mudah melayani warga di 14 kampung, jalan dari satu kampung ke kampung lainnya, hanya bisa ditempuh dengan kapal motor cepat. Bahkan, ada dua-tiga kampung di Distrik Kolofbrasa, usai ditempuh dengan kapal motor cepat, harus ditambah dengan berjalan kaki 2-3 jam ke kampung itu.

Bidan Reski berkisah pengalamannya yang tak pernah bisa dilupakan. Sebagai seorang bidan yang harus siaga 24 jam, bidan Reski pernah merujuk pasien ibu hamil ke RSUD Asmat pada pukul 02.00 WIT. Hanya doa dan harapan yang muncul di benaknya kala itu. Si ibu hamil harus selamat bersama dengan bayinya di RSUD Asmat.

"Pukul 02.00 WIT, perjalanan pasien rujukan harus dilakukan. Selama dalam perjalanan, kami hanya berbekal lampu senter yang saya pegang, untuk menerangi sepanjang kali di Distrik Kolofbrasa ke Agats. Beruntung, hingga saat ini si ibu dan anaknya sehat," jelas bidan Reski, pekan lalu di Kota Jayapura, saat sedang cuti kerja.

Bidan Reski mengakui butuh kerja ekstra dalam memahami kebutuhan kesehatan masyarakat di pedalaman Asmat. Kebanyakan pemahaman masyarakat setempat untuk kesehatan diri sendiri pun sangat minim.

Termasuk, saat adanya pemberian imunisasi kepada anak yang baru lahir. Sebab, biasanya setelah imunisasi, suhu badan anak panas.

"Pemahaman dari masyarakat Papua, justru dengan diberikan suntik imunisasi, anak malahan sakit, sehingga banyak orangtua yang tak mau lagi datang ke puskesmas untuk anaknya diberikan imunisasi. Padahal, pemberian imunisasi dasar hingga usia 9 bulan," ujarnya.
Tags:
  • Kesehatan
  • Opini
  • Sosial Budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal




























Most popular
  • Acara KPU Memperkenalkan Maskot Pika dan Piku Di Peluncuran Tahapan Dan Jadwal Pilkada 2024 Tidak Dihadiri Kepala SKPD

    Juni 03, 2024
    Acara KPU Memperkenalkan Maskot Pika dan Piku Di Peluncuran Tahapan Dan Jadwal Pilkada 2024 Tidak Dihadiri Kepala SKPD
  • Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik Dalam Pengangkatan PPPK. Oknum Guru SD 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

    Juli 02, 2026
    Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik Dalam Pengangkatan PPPK. Oknum Guru SD 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara
  • Berkat Kolaborasi 35 Anak Yatim Desa Citiusari Bisa Berwisata di Woodland

    Juli 02, 2026
    Berkat Kolaborasi 35 Anak Yatim Desa Citiusari Bisa Berwisata di Woodland
  • Belanja Alat/Bahan Kegitan Kantor dan Perjalanan Dinas BAPPENDA Kuningan Patut Disorot

    Juli 03, 2026
    Belanja Alat/Bahan Kegitan Kantor dan Perjalanan Dinas BAPPENDA Kuningan Patut Disorot
  • TIGA KESULTANAN BESAR DINUSANTARA KE ISTANA NEGARA, MEMINTA JALINAN HARMONISASI BERSAMA PEMERINTAH RI MENGENAI HAK TANAH ULAYAT KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA

    Juli 08, 2024
    TIGA KESULTANAN BESAR DINUSANTARA KE ISTANA NEGARA, MEMINTA JALINAN HARMONISASI BERSAMA PEMERINTAH RI MENGENAI HAK TANAH ULAYAT KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA
Most popular tags
  • Bisnis
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Wisata
Benang Merah
Company
  • About Us
  • Redaksi
  • Advertise With Us
  • Contact Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Accessibility
  • Disclaimer
News
  • Bisnis
  • Pemerintahan
  • Pengetahuan
  • Teknologi
  • Olahraga
Market Data
  • Stocks
  • Commodities
  • Rates & Bonds
  • Currencies
Copyright © 2025 BENANG_MERAH
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo