SMKN 2 Kuningan Gandeng PT. Sumber Alfaria Trijaya Bentuk Alfamartclass

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

SMKN 2 Kuningan Gandeng PT. Sumber Alfaria Trijaya Bentuk Alfamartclass

Kamis, 18 Oktober 2018
Kuningan - Terobosan baru dibuat SMK Negeri 2 Kuningan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kali ini Jurusan Pemasaran yang menjalin MoU dengan Perusahaan Swasta ternama di Indonesia yaitu PT. Sumber Alfaria Trijaya atau yang lebih dikenal dengan Alfamart.

Jalinan kerjasama antara SMKN 2 Kuningan dengan Afamart ini dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui program Teaching Factory.

Kepala SMKN 2 Kuningan, Lili Ramli, M.Kom menjelaskan, MoU antara pihak SMKN 2 Kuningan dengan PT. Alfamart berlangsung selama 3 (tiga) hari  di kantor pusat Alfamart di Cikarang (16-18 Oktober 2018). Isi MoU tersebut antara lain menyangkut tentang Praktek Kerja Lapangan, Rekrutmen Tenaga Kerja, dan Pemberdayaan antara fasilitas sekolah dengan fasilitas alfamart yang bersinergi bersama.

“Metode pembelajaran Teaching Factory merupakan metode pemberdayaan antara sumber daya yang ada di sekolah dengan sumber daya yang ada di alfamart, sehingga lulusan jurusan Pemasaran SMKN 2 Kuningan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri yang sebenarnya atau disebut Link and Match," jelas Lili saat ditemui jelang pemberangkatannya ke Cikarang, senin (15/10)

Sementara kelanjutan dari program Teaching Factory ini nantinya akan diadakan satu kelas khusus yang dinamakan Alfamartclass. Peserta Alfamartclass ini adalah siswa-siswi kelas X Jurusan Pemasaran.

Kurikulumnya merupakan implementasi yang dibuat antara pihak alfamart dengan pihak sekolah sehingga nyambung dengan industri yang sebenarnya.


Lili berharap kedepan setiap Jurusan SMKN 2 Kuningan memiliki minimal satu kelas industri. Idealnya setiap Sekolah Kejuruan adalah seperti itu.


“Setiap lulusan SMK seharusnya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri yang sebenarnya. Buat apa lulusan dengan nilai UN tinggi tapi jadi pengangguran. Itu tidak sesuai dengan visi/misi SMK," pungkas Sekretaris MKKS SMK Kabupaten Kuningan itu.

.irwan