IMM Berharap KPK Segera Usut Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan Kemenag Kabupaten Kuningan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

IMM Berharap KPK Segera Usut Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan Kemenag Kabupaten Kuningan

Minggu, 23 Juni 2019
KUNINGAN (BM) – Menindaklanjuti permasalahan dugaan adanya praktik jual beli jabatan, politisasi lembaga, dan dugaan penyalahgunaan wewenang  di tubuh Kementerian Agama Kanwil Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kuningan layangkan surat ke Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK).

Hal ini dilakukan setelah sebelumnya PC IMM menggelar audiensi dengan pihak Kementerian Agama Kabupaten Kuningan yang kemudian dilanjutkan dengan audiensi dengan pihak KPK dimana sebelumnya, komisi anti rasuah ini secara langsung menghubungi PCC IMM Kuningan.

Menurut Ketua Bidang Hikmah PC IMM Kuningan Alvian, sebelum audiensi nanti pihaknya pun akan menggelar aksi di depan gedung KPK untuk menuntut supaya komisi anti rasuah dapat mengusut tuntas dugaan-dugaan tersebut.

unnamed
PC IMM Kuningan Ketika Menyambangi Gedung KPK
“Khususnya pada mutasi kepala-kepala KUA beberapa bulan kebelakang, yang beredar adanya aroma suap, ada operator yang diutus untuk komunikasi kepada para kepala KUA untuk menyiapkan uang mahar atas mutasi yang akan digelar, masing-masing kepala KUA untuk menyiapkan uang sebesar Rp. 10 juta bahkan lebih bagi yang ingin tetap bertahan pada posisinya sekarang dan yang akan dipindahkan ke wilayah-wilayah yang dianggap strategis,” tutur Ketua Bidang Hikmah PC IMM Kuningan Alvian, kepada media, Kamis (21/06/2019).

Dalam hal ini, Ia menilai, jika dugaan tersebut benar maka hal itu sungguh memalukan. Ia pun memandang bahwa rencana aksi di depan KPK nanti merupakan sebuah cara untuk mengusut tuntas dugaan jual beli jabatan di tubuh Kemenag.

“Kami akan terus mengawal proses ini meskipun dalam perjalanannya tidak sedikit halangan dan rintangan yang kami hadapi. Tidak ada kata mundur, tidak ada kata menyerah untuk menegakan kebenaran. Hal ini adalah bagian dari tanggung jawab kami selaku mahasiswa sebagai social control dan agent of change. Dan gerakan kami ini adalah murni gerakan mahasiswa,” tandas Alvian.
.Irwan