Proyek Irigasi Inpres 02/2025 Diduga Banyak Masalah. OP BBWS Cimancis Jangan Tutup Mata
![]() |
| Proyek BBWS Cimancis Program Inpres 02/2025 di desa Garatengah, Kec. Jalaksana Kab. Kuningan |
KUNINGAN (BM) - Tujuan utama Inpres 02/2025 tentang Irigasi adalah untuk mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung tercapainya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan dengan meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, dan memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi pusat-daerah dan pengelolaan air yang lebih baik.
Di kabupaten Kuningan sendiri, pelaksanaan proyek irigasi ini meliputi beberapa titik Daerah Irigasi (DI) yang dikerjakan perusahaan konstruksi BUMN Hutama Karya (HK). Hasil pantauan awak media di desa Garatengah kecamatan Jalaksana diduga kuat banyak permasalahan yang berujung hasil pekerjaan tidak sesuai spek. Informasi yang dihimpun dari hasil konfirmasi dengan beberapa pekerja menunjukkan dugaan penyimpangan.
Diduga Sub Kontrak
Perusahaan HK sebagai pelaksana tender kegiatan diduga telah menunjuk orang lain sebagai vendor untuk melaksanakan kegiatan ini. Jika hal ini terbukti jelas telah melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa.
Hasil Konfirmasi Dengan Pekerja
Hasil konfirmasi dengan beberapa pekerja kegiatan irigasi Inpres 02/2025 di desa Garatengah menunjukkan kegiatan dikerjakan asal-asalan dengan kualitas buruk
"Saya sebagai pekerja diperintahkan untuk membuat campuran semen dan pasir yang tidak biasa. Mandor suruh saya membuat campuran, satu dump truk harus bisa tiga zak semen. Karena itu perintah mandor, maka saya kerjakan," ungkap salah seorang pekerja yang dibenarkan temannya. Dikatakannya, akibatnya hasil pekerjaan mudah rapuh, apalagi dikerjakan di musim hujan. Dan hal ini sebetulnya diketahui juga oleh pengawas dari HK sendiri. Namun tetap dibiarkan.
Sementara itu pekerja lain bahkan mengeluh karena upah kerja yang dijanjikan per Minggu ternyata sampai dua Minggu belum dibayar pihak yang ditunjuk HK.
Kualitas Pekerjaan Buruk
Hasil pantauan awak media dan ormas, terlihat hasil pekerjaan yang buruk. Bahkan diperkirakan bangunan irigasi tersier tersebut rapuh.
"Ini pekerjaan perusahaan BUMN kok kualitasnya seperti ini. Mulai dari pasir yang tidak berkualitas sampai hasil pekerjaan yang juga buruk. Ini tidak akan berumur panjang, padahal ini program unggulan presiden Prabowo. Tapi dikerjakan tidak profesional," ungkap Ketua PEKAT IB DPD Kuningan, Donny Sigakole (20/1/) di lokasi proyek irigasi desa Garatengah.
Donny juga mendesak OP BBWS sebagai Satker dalam pelaksanaan Inpres 02/2025 harus bertanggungjawab.
Sebelumnya, awak media dan ormas PEKAT-IB Kuningan sempat mendatangi kantor OP BBWS Cimancis di jalan A. Yani Cirebon untuk bertemu PPK kegiatan tersebut. Namun pihak kantor diduga sengaja menghalang-halangi tugas media dan ormas dengan dalih harus ada janji terlebih dahulu.
"Ini kantor pemerintah, pelayanan publik siapa saja berhak menemui PPK sebagai pejabat publik yang digaji oleh rakyat," tegas Donny.
(Tim)


