Stabilkan Harga, Diskatan Kuningan Gelar GPM ke 16 Selama Bulan Ramadhan
%20(9).jpeg)
Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadhan Pendopo Kuningan
KUNINGAN (BM) - Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 16 kali yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan, termasuk wilayah pelosok selama bulan Ramadhan ini.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Terbaru, Program ini digelar dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri di depan Mushola Ar Rahmat yang berada di lingkungan Pendopo Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang datang untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar. Dalam program GPM Ramadhan tercatat, Diskatan kabupaten Kuningan telah melyalurkan hampir dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah selama Ramadan kami melaksanakan GPM sebanyak 16 kali di 15 kecamatan. Program ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau kecamatan-kecamatan di pelosok,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah.
Menurutnya, selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah daerah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan pangan selama Ramadan. Diskatan bahkan menyalurkan bahan pangan bersubsidi lebih dari 6,5 ton setiap hari sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Sebagai informasi dikatakan Wahyu, untuk pelaksanaan GPM terakhir di kawasan perkotaan, pemerintah menyiapkan pasokan lebih besar dibandingkan kegiatan di desa.
"Jika di desa biasanya disediakan sekitar 2 hingga 3 ton, bahkan ada yang mencapai 4 ton, maka pada kegiatan di lingkungan Pendopo ini disiapkan sekitar 9,5 ton bahan pangan," ungkapnya.
Beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain beras premium, minyak goreng, telur, serta daging sapi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sebagai contoh, beras premium dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, lebih murah dibandingkan harga di sejumlah daerah lain yang berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp85 ribu per 5 kilogram.
Sementara daging sapi dijual Rp120 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di beberapa daerah lain yang mencapai Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.
Untuk komoditas telur ayam, pemerintah menjualnya sekitar Rp28 ribu per kilogram, yang juga berada di bawah harga pasar.
Wahyu menegaskan pemerintah daerah memastikan komoditas yang dijual melalui GPM lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
(One)

