$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Adik Zulkifli Hasan dan Deretan Kepala Daerah Religius Berkasus

benangmerah.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan terkait dugaan korupsi proyek in...


benangmerah.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan terkait dugaan korupsi proyek infrastruktur, Kamis malam, (26/7/2018). Selama menjabat, Zainuddin dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang membuat kebijakan berbasis Islam.

Salah satu kebijakan fenomenal yang dibuat Zainuddin adalah imbauan salat zuhur dan asar berjamaah kepada pegawai negeri sipil di lingkungan Kabupaten Lampung Selatan.

Kebijakan berbasis agama ini seperti yang diterapkan adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan itu ternyata tidak berkorelasi positif dengan berkurangnya perilaku koruptif. Ini bisa dilihat dari dua kepala daerah yang ditangkap sebelum Zainuddin. Keduanya adalah Ridwan Mukti yang merupakan Gubernur Bengkulu dan Irwandi Yusuf yang merupakan Gubernur Aceh.

Maraknya penangkapan kepala daerah yang memiliki rekam jejak kebijakan berbasis agama ini ditanggapi sinis oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Menurut Adi, kepala daerah yang memiliki program berbasis agama seharusnya memiliki perilaku baik dan sesuai ajaran keyakinannya.

“Agama itu kan melarang betul korupsi,” ujar Adi, Jumat (27/7/2018).


Terjebak Simbolisme


Adi menganggap kepala daerah yang memiliki program berbasis agama kerap terjebak pada simbolitas agama tanpa memperhatikan substansinya. Ia menganggap kebijakan berbasis agama yang artifisial itu sebenarnya tidak berguna jika tidak diiringi perbaikan atau implementasi nilai agama.

Dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu menganggap kepala daerah yang tertangkap KPK tidak mengaplikasikan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Buktinya, mereka terlibat dalam perkara korupsi yang disebut Adi sudah jelas dilarang berbagai agama.

“[Kebijakan itu] hanya untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pro-Islam, peduli aspirasi umat Islam, tapi kenyataannya tak begitu. Kalau belajar Islam secara serius dan substansial banyak sekali ancaman untuk orang yang nyolong dan korupsi,” ujar Adi.

Penggunaan agama sebagai alat politik memang masih jamak di Indonesia. Adi menganggap hal itu terjadi karena masyarakat Indonesia mudah dikelabui dengan hal-hal yang bersifat artifisial.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang enggan mengecek rekam jejak politikus menjadi alasan banyaknya kepala daerah yang menjual program berbasis agama saat pilkada berlangsung. Situasi ini diperparah dengan mudahnya masyarakat terlena dengan janji program berbasis agama.

Karena memahami tipe masyarakat Indonesia, akhirnya banyak politikus yang menjual program berbasis agama jika hendak menjadi kepala daerah. Ini dianggap Adi berhasil memanipulasi publik.

“Masyarakat kita adalah masyarakat instan yang tidak mau secara objektif dan susah payah mencari rekam jejak pemimpinnya,” ujar Adi.

Transparansi dan Akuntabilitas: Kunci Mencegah Korupsi

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tidak kaget mendengar kepala daerah yang tertangkap KPK meski memiliki program kerja berbasis agama. Menurutnya, selama ini kamuflase syariat dan simbol agama memang kerap dilakukan politikus di Indonesia.

Dahnil mengatakan politikus yang memamerkan syariat dan simbol agama biasanya tak memiliki akhlak yang baik. Padahal, akhlak baik disebutnya sebagai nilai otentik dari sebuah agama. “Tinggal masyarakat merawat akal sehatnya untuk menilai,” tutur Dahnil kepada Tirto.

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar juga sependapat dengan Adi dan Dahnil. Menurutnya, perilaku koruptif seseorang tak bisa diukur dari penampilan.

Zainal menyebut korupsi bisa terjadi karena personal atau sistem. Ia mencontohkan, jika seseorang memiliki kekuasaan yang tidak transparan, potensi terjadi korupsi akan meningkat. Oleh karena itu, penampilan seorang individu tak bisa menjadi tolok ukur apakah ia bersih dari perilaku koruptif atau tidak.

“Penampilan agamis seseorang itu tidak menjamin tidak melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Zainal kepada Tirto.

Pengajar di Fakultas Hukum UGM itu mengaku belum pernah meriset soal kebijakan pemimpin daerah yang berbasis agama dalam mendorong pemberantasan korupsi di wilayah pimpinannya. Akan tetapi, ia yakin jika kepala daerah mengelola wilayahnya secara transparan dan akuntabel, perilaku koruptif tak akan muncul.

“Ada [pemimpin yang] transparan secara akuntabel karena mau mendorong pemberantasan korupsi, itu lebih antikorupsi sebenarnya,” ujar Zainal. (red)
PD BPR KUNINGAN
Nama

212,1,Acep Purnama,2,Acep-Ridho,3,adiwiyata mandiri,1,AFF 2018,1,Aldy Prastianto,1,Amin Santono,4,an,1,Ancaran,1,Aneka,16,Aneka Berita,1,Angka Kemiskinan,1,Arya Permana Graha,1,Asean Games,1,Ashley Marie Powell,1,Asian Development Bank,1,Asian Games,1,ASN Nyaah Ka Masyarakat,1,Azizah Talita Dewi,1,Bandung,2,Banjar,1,bantuan aspirasi domba,1,Bara Nusantara,1,bawaslu,1,Bawaslu Kuningan,3,Bela Islam,1,BIJB,1,Bisnis,1,BNN,1,Bobotoh,1,BPJS,1,BPR Kuningan,1,BTB Kabupaten Kuningan,1,Bulan Ramadhan,2,Bule,1,Bupati Cirebon,1,bupati kuningan,1,caleg,1,calon kepala sekolah,1,Ciamis,1,cibingbin,2,ciniru,1,Cirebon,10,dak perumahan 2018,1,dana BOS,1,Dana Desa,2,data veteran,2,Desa,1,Desa Cimulya,1,desa kertaungaran,1,desa Legokherang,1,dinas pertanian,1,Dinkes,1,DPMPTSP,1,DPR RI,1,dugaan Pungli,1,Ekonomi,15,Emak-emak,1,Fatwa,1,G 30 S PKI,1,Gasibu MP,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,Gempa Lombok,1,GMBI,1,GP Anshor,1,gubernur jabar,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Harhubnas 2018,1,Hari Pangan Sedunia Ke 38,1,Hari Santri Nasional,1,Haringga,1,Harnida Darius,1,HIPPI,1,HIPPI Apps,1,Hot News,46,HSN,1,Hukum,27,Idus Marham,1,ijin,1,ijin IMB,1,Ika Acep Purnama,1,IPB,1,Jakarta,5,jalan Cipasun Subang,1,Jam Kerja,1,Jaminkan BPKB,1,Jawa Barat,1,Jemaah Haji,1,Jepang,1,Jokowi,4,Jurnalis,1,Kabid PAUD dan DIKMAS,1,KAMMI,1,Kampanye Damai,1,kanminvet,1,kasus Acep,1,KB FKPPI,2,Kekerasan,3,Kemenag Kab Kuningan,1,Kemiskinan,1,kenaikan pangkat,1,keputusan,1,keputusan Bawaslu,1,Kesehatan,13,koalisi 5 partai,1,Korupsi,9,KPK,8,KPU,2,Kriminal,1,krisyudi,1,KUA Kuningan,1,kualifikasi piala asia U-23,2,Kuningan,158,Kuningan Super Blok,1,kuningan.sekda,1,lapor,1,Launching Program,1,LMPI,1,longsor,1,LVRI,3,Ma'ruf Amin,1,Mahkamah Konstitusi,1,majalengka,1,manipulasi,1,Meikarta,1,MoU,1,MR,1,mtsn 4 kuningan,1,MUI,1,mutasi,1,Narkoba,2,Nasional,15,Ngopi Bareng Bang Sandi,1,ODOJ,1,Oemerintahan,1,Olahraga,8,Operasi Zebra 2018,1,Opini,14,Ormas,1,OTT,2,pabrik pulpen,1,PAN,1,Pangandaran,1,Partai Demokrat,2,pd bpr,1,PDAM Tirta Kamuning,1,PDAM Tirta Kamuninga,2,PDAM Tirta Kamuningan,1,Pekan Raya Kuningan 2018,1,pelantikan ppk,1,Pembangunan,1,Pembukaan POM,1,Pembunuhan,2,Pemerintahan,53,Pemilihan Ulang,1,Pemilu 2019,5,Pemrintahan,1,Pemuda Pancasila,2,Pendidikan,26,pengawasan,1,pengelolaan dana desa,1,Pengusaha,1,penyalahgunaan,1,perhatian,1,Permasalahan,1,persiapan Timnas U-23,1,persiapan UAMBN,1,Persija,1,perumahan polisi,1,Pileg 2019,1,Pilpres 2019,1,PKB,1,PKK,1,PKS,4,PNS,1,Polemik,1,Politik,33,Politik Uang,1,Polres,1,Porpemda Karawang,1,PP,1,PPP,1,Prabowo,1,Prabowo-Sandi,1,PTSL,1,Pungli,2,PUPR,1,Ra'i,1,ranking pertama,1,ranting,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,rembug pendidikan,1,renovasi mesjid,1,Reses,1,Ridwan Kamil,1,Romahurmuziy,1,Rumah Sakit Terpadu,1,Sandiaga Uno,2,Sanimas IDB,1,Santri,1,Satpol PP,1,Sekda Kuningan,1,Skandal,1,SMAN 1 Jalaksana,1,SMKN 5 Kuningan,2,SMPN 4,1,Sosial Budaya,28,Suap,2,Subang,1,Sumah Sandiuno Indonesia,1,Sumpah Pemuda,1,Sumpah Pemuda 2018,1,Sunjaya,2,Tasikmalaya,1,tata ruang,1,TdL IV,1,Timnas U-16,1,timnas U-23,1,TMMD ke-104,1,Tommy Soeharto,1,Tour de Linggarjati,2,Transaksi Non Tunai,1,Tupoksi BPK dan DPR,1,ultah ke-37,1,UMKM,1,UNBK 2019,2,UNIKU,1,Unjuk Rasa,1,UPTD BLK,1,Vaksin,1,video laknat,1,video viral,2,Wartawan,2,Wisata,11,workshop ASI Eksklusif,1,Yosa Octora Santono,2,Yoyoh Rukijah,1,Zona Integritas,1,
ltr
item
Benang Merah: Adik Zulkifli Hasan dan Deretan Kepala Daerah Religius Berkasus
Adik Zulkifli Hasan dan Deretan Kepala Daerah Religius Berkasus
https://1.bp.blogspot.com/-ffmwqN1s1Aw/W1vL9envq7I/AAAAAAAAABI/BQFprk4xX10W2wBwcEFjdzUofoFxU0QfACLcBGAs/s320/ott-bupati-lampung-selatan-antarafoto--2_ratio-16x9.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ffmwqN1s1Aw/W1vL9envq7I/AAAAAAAAABI/BQFprk4xX10W2wBwcEFjdzUofoFxU0QfACLcBGAs/s72-c/ott-bupati-lampung-selatan-antarafoto--2_ratio-16x9.jpg
Benang Merah
http://www.benangmerah.co.id/2018/07/adik-zulkifli-hasan-dan-deretan-kepala.html
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/2018/07/adik-zulkifli-hasan-dan-deretan-kepala.html
true
7612966153816918574
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy