$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0

Wartawan Yang Terlupakan

Siti Danilah Salim, doc. 1938 benangmerah.co.id - Jagat literasi dan jurnalistik tanah air telah lama melahirkan nama-nama hebat. Namun...

Siti Danilah Salim, doc. 1938
benangmerah.co.id - Jagat literasi dan jurnalistik tanah air telah lama melahirkan nama-nama hebat. Namun, tak semua populer. Siti Danilah Salim, misalnya. Meski sama-sama aktif menulis dan berjuang, namanya tak setenar kakak kandungnya, Agus Salim.
Danilah adalah anak ke-10 dari 12 bersaudara. Pendidikan dasarnya dilakukan di Europesche Lagere School Riau. Dari sana dia lalu melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (setingkat SMP) di Medan. Setelah menyelesaikannya, umur 17 tahun dia bekerja di Kantor Pos dan Bea Cukai. Danilah menikah tahun 1920 dengan seorang pegawai tambang minyak. Dia lalu mengikuti suaminya ke Kalimantan dan Semarang.
Kecantol literasi
Kecintaan Danilah pada dunia literasi bermula ketika dia bekerja sebagai juru koreksi di Percetakan De Evolutie, perusahaan pribumi yang mendapat subsidi pemerintah kolonial. Kala itu usianya baru 20 tahun. Satu per satu naskah dia teliti, setiap peletakan tanda baca yang salah dia koreksi. Tak satu pun naksah buku yang hendak diterbitkan De Evolutie luput dari pemeriksaannya.
Danilah sangat menikmati pekerjaan itu. “Dari pengalaman bekerja sebagai korektrise dan belajar otodidak di De Evolutie itulah minat saya untuk mengarang mulai tumbuh,” kata Danilah dalam kumpulan memoar perempuan Sumbangsihku Bagi Pertiwi.
Kemampuan bahasa Belanda dan Indonesianya yang baik membuat Danilah tak kesulitan membuat tulisan jurnalistik dan karangan  panjang. Mulanya, Danilah menulis puisi dan esai dalam bahasa Belanda memakai nama pena Kemuning.
Tulisan berbahasa Indonesia Danilah dimuat pertamakali oleh Harian Neratja, suratkabar modern pribumi karena memuat foto. Kala itu, Agus Salim mejadi pemimpin redaksinya. Danilah lagi-lagi menjadi juru koreksi di media ini. Tulisan Danilah di Neratja bersanding dengan tulisan Agus Salim, Mohammad Yamin, Bahder Djohan, dan Kasuma Sutan Pamuntjak.
Danilah juga aktif berorganisasi. Dia bergabung dengan Jong Sumatranen Bond dan aktif menulis di Majalah Jong Sumatra. “Saya senang menulis sajak di majalah Jong Sumatra. Laporan situasi saya kirimkan ke Harian Neratja. Saya juga menerjemahkan berita pendek dari bahasa asing,” kata Danilah.
Meski sempat berpindah-pindah mengikuti suaminya, Danilah tetap menulis untuk beberapa surat kabar setempat dan mengirimkannya ke Jakarta. “Di Semarang saya menulis untuk Majalah Pestaka dan Suratkabar Bahagia mengasuh rubrik Taman Isteri,” kata Danilah.
Ketika tinggal di Semarang, Danilah mulai aktif dalam gerakan perempuan dengan bergabung ke dalam Isteri Indonesia, organisasi perempuan yang didirikan pada Juli 1932 dan diketuai Maria Ulfah. Danilah terpilih sebagai ketua Istri Indonesia cabang Semarang selama lima tahun.
Setelah bercerai dari suaminya pada 1938, Danilah pindah ke Jakarta. Dia tetap aktif dalam organisasi perempuan dan menulis. Danilah menjadi anggota Pengurus Besar Isteri Indonesia dan ketua cabang Kwitang.
Danilah menikah lagi dengan wartawan Cahaya Timur Syamsudin Sutan Makmur di masa pendudukan Jepang. Setelah Jepang hengkang, mereka mendirikan Mingguan DayaUpaya namun tak bertahan lama. Syamsudin bersama Njoto dan rekannya mendirikan Harian Rakyat. Di suratkabar ini, Danilah mengisi rubrik Pojok dengan nama samaran Bang Golok. Nama Bang Golok dia pilih karana menggambarkan ketajaman senjata rakyat Indonesia. Dalam salah satu karangannya, Danilah menulis bahwa rakyat harus bersatu-padu agar Indonesia tidak dijajah kembali oleh Belanda. “Radio milik Belanda, Pemancar RadioHilversum menuduh Bang Golok sebagai penghasut kelas satu agar Indonesia berontak melawan Belanda,” katanya.
Ketika Isteri Indonesia hendak membuat terbitan, Danilah dipercaya menduduki ketua komisi pers lantaran sepak-terjangnya di dunia literasi dan jurnalistik. Lasmidjah Hardi dalam Perjalanan Tiga Zaman menyebut Danilah sebagai wartawan terkenal di zamannya. Danilah juga aktif menulis di Majalah Isteri Indonesia. “Kakak saya Siti Salamah menjadi pemimpin umum Majalah Isteri Indonesia,” kata Danilah.
Menurutnya, menulis tidak bisa dilepaskan dari cara pandang yang berpihak pada perempuan. Kala Sukarno menikah dengan Fatmawati, misalnya, Danilah mengkritik keras Sukarno dan menyayangkan Sukarno menduakan Inggit. Bagi Danilah, Inggit perempuan hebat yang berperan besar dalam membantu Sukarno di masa sulit. Dia kembali mengkritik Sukarno ketika menikah lagi dengan Hartini. Baginya, tak ada ruang poligini karena hal itu merugikan perempuan.
Danilah berteman dekat dengan Nyonya Latief, mertua pemimpin redaksi Harian Merdeka BM Diah. Mereka sama-sama aktivis Isteri Indonesia. Nyonya Latief menjabat sebagai kepala cabang Jakarta. Ketika Isteri Indonesia mengadakan kongres di Yogyakarta, Danilah datang bersama Nyonya Latief dengan mengendarai mobil. Dari Nyonya Latief pula Danilah kenal BM Diah.
Tidak hanya berhubungan dengan BM Diah, Danilah juga pernah bekerjasama dengan Parada Harahap, Abdul Muis, Datuk Tumenggung, dan beberapa nama tenar di dunia literasi. Sayang, nama Danilah tak setenar Agus Salim atau rekan seperjuangannya. Nama Danilah terlupa dalam sejarah pers dan literasi Indonesia.

Sumber : www.historia.id
PD BPR KUNINGAN
Nama

212,1,Acep Purnama,2,Acep-Ridho,3,adiwiyata mandiri,1,AFF 2018,1,Aldy Prastianto,1,Amin Santono,4,an,1,Ancaran,1,Aneka,15,Aneka Berita,1,Asean Games,1,Ashley Marie Powell,1,Asian Development Bank,1,Asian Games,1,ASN Nyaah Ka Masyarakat,1,Azizah Talita Dewi,1,Bandung,2,Banjar,1,bantuan aspirasi domba,1,Bara Nusantara,1,bawaslu,1,Bawaslu Kuningan,3,Bela Islam,1,BIJB,1,Bisnis,1,BNN,1,Bobotoh,1,BPJS,1,BPR Kuningan,1,BTB Kabupaten Kuningan,1,Bule,1,Bupati Cirebon,1,bupati kuningan,1,calon kepala sekolah,1,Ciamis,1,cibingbin,2,ciniru,1,Cirebon,10,dak perumahan 2018,1,Dana Desa,2,data veteran,1,Desa,1,desa kertaungaran,1,desa Legokherang,1,dinas pertanian,1,Dinkes,1,DPMPTSP,1,dugaan Pungli,1,Ekonomi,13,Emak-emak,1,Fatwa,1,G 30 S PKI,1,Gasibu MP,1,Gebyar 10001 Merah Putih,1,Gempa Lombok,1,GMBI,1,GP Anshor,1,gubernur jabar,1,Habib Rizieq,1,Haji,1,Harhubnas 2018,1,Hari Pangan Sedunia Ke 38,1,Hari Santri Nasional,1,Haringga,1,Harnida Darius,1,HIPPI,1,HIPPI Apps,1,Hot News,44,HSN,1,Hukum,26,Idus Marham,1,ijin,1,ijin IMB,1,Ika Acep Purnama,1,IPB,1,Jakarta,5,jalan Cipasun Subang,1,Jaminkan BPKB,1,Jawa Barat,1,Jemaah Haji,1,Jepang,1,Jokowi,4,Jurnalis,1,KAMMI,1,Kampanye Damai,1,kanminvet,1,kasus Acep,1,KB FKPPI,1,Kekerasan,3,Kemenag Kab Kuningan,1,Kemiskinan,1,keputusan,1,keputusan Bawaslu,1,Kesehatan,13,koalisi 5 partai,1,Korupsi,9,KPK,8,KPU,2,Kriminal,1,krisyudi,1,KUA Kuningan,1,kualifikasi piala asia U-23,2,Kuningan,140,Kuningan Super Blok,1,lapor,1,Launching Program,1,LMPI,1,longsor,1,LVRI,3,Ma'ruf Amin,1,Mahkamah Konstitusi,1,majalengka,1,Meikarta,1,MoU,1,MR,1,mtsn 4 kuningan,1,MUI,1,Narkoba,2,Nasional,15,Ngopi Bareng Bang Sandi,1,ODOJ,1,Oemerintahan,1,Olahraga,8,Operasi Zebra 2018,1,Opini,14,Ormas,1,OTT,2,pabrik pulpen,1,PAN,1,Pangandaran,1,Partai Demokrat,2,pd bpr,1,PDAM Tirta Kamuninga,2,PDAM Tirta Kamuningan,1,Pekan Raya Kuningan 2018,1,pelantikan ppk,1,Pembunuhan,2,Pemerintahan,47,Pemilihan Ulang,1,Pemilu 2019,4,Pemrintahan,1,Pemuda Pancasila,2,Pendidikan,20,pengawasan,1,pengelolaan dana desa,1,Pengusaha,1,penyalahgunaan,1,Permasalahan,1,persiapan Timnas U-23,1,persiapan UAMBN,1,Persija,1,perumahan polisi,1,Pileg 2019,1,Pilpres 2019,1,PKB,1,PKK,1,PKS,4,Polemik,1,Politik,31,Politik Uang,1,Polres,1,Porpemda Karawang,1,PP,1,PPP,1,Prabowo,1,Prabowo-Sandi,1,PTSL,1,Pungli,2,PUPR,1,Ra'i,1,ranking pertama,1,ranting,1,Rekor Dunia,1,Religi,1,Reses,1,Ridwan Kamil,1,Romahurmuziy,1,Rumah Sakit Terpadu,1,Sandiaga Uno,2,Sanimas IDB,1,Santri,1,Satpol PP,1,Sekda Kuningan,1,Skandal,1,SMKN 5 Kuningan,1,SMPN 4,1,Sosial Budaya,28,Suap,2,Subang,1,Sumah Sandiuno Indonesia,1,Sumpah Pemuda,1,Sumpah Pemuda 2018,1,Sunjaya,2,Tasikmalaya,1,tata ruang,1,TdL IV,1,Timnas U-16,1,timnas U-23,1,TMMD ke-104,1,Tommy Soeharto,1,Tour de Linggarjati,2,Tupoksi BPK dan DPR,1,ultah ke-37,1,UMKM,1,UNBK 2019,1,Unjuk Rasa,1,Vaksin,1,video laknat,1,video viral,2,Wartawan,2,Wisata,11,workshop ASI Eksklusif,1,Yosa Octora Santono,2,Yoyoh Rukijah,1,Zona Integritas,1,
ltr
item
Benang Merah: Wartawan Yang Terlupakan
Wartawan Yang Terlupakan
https://2.bp.blogspot.com/-47KwSiEdMQY/W5un72NVMoI/AAAAAAAAAhA/Df0ewqg77gIgTDkX4HQ0RgazRcyN-YZTwCEwYBhgL/s320/68094871270358118679.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-47KwSiEdMQY/W5un72NVMoI/AAAAAAAAAhA/Df0ewqg77gIgTDkX4HQ0RgazRcyN-YZTwCEwYBhgL/s72-c/68094871270358118679.jpg
Benang Merah
http://www.benangmerah.co.id/2018/09/wartawan-yang-terlupakan.html
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/
http://www.benangmerah.co.id/2018/09/wartawan-yang-terlupakan.html
true
7612966153816918574
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy