Akibat Ulah Bendahara Dinas Sosial Karyawan Media Cetak Kecewa

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Akibat Ulah Bendahara Dinas Sosial Karyawan Media Cetak Kecewa

Jumat, 13 Maret 2020
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kuningan

KUNINGAN, (BM) - Sebagai seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), semestinya memiliki etika dan santun dalam melayani para tamu yang datang,  sikap tidak menyenangkan dilakukan oleh Wawan Hermawan, B.Sc sebagai staf bendahara Dinas Sosial Kabupaten Kuningan.
     
Informasi yang diterima BM (13/3) disebutkan, bahwa Wawan Hermawan sudah dua kali mengecewakan karyawan media cetak sebagai Loper (pengantar koran), yang pertama sikap sulit ditagih ketika seorang loper akan menagih uang koran, Wawan Hermawan bersikap sinis dan sulit membayar uang langganan, akhirnya loper bernama Tata (58) kapok apabila disuruh nagih ke kantor tersebut.
     
Kemudian peristiwa yang sama dilakukan Wawan beberapa waktu lalu kepada Iwan Ito, ketika karyawan media cetak tersebut akan menagih tunggakan selama tiga bulan, ia tidak membayar malah kwitansi dan koran dikembalikan lagi, ini membuat karyawan media cetak sakit hati dan tidak ingin kembali kekantor Dinas Sosial.
     
Informasi yang begitu hangat juga baru saja diterima (13/3),  bahwa bendahara tersebut sering mengecewakan pegawai di internal Dinsos, contoh memotong gaji pegawai tanpa koordinasi dengan sipeminjam dalam menyelesaikan piutang, dalam hal ini Wawan tidak berhak memotong gaji secara maksimal.
     
Sekertaris Dinas (Sekdis) Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Yosef Yanuar, S.Sos (55) yang diwakili oleh Ijah Khodijah, SE  yang menjabat sebagai Kasubag Keuangan (13/3) diruang kerjanya mengatakan, pihaknya sedang menertibkan sejumlah langganan media cetak yang masuk kekantornya dengan cara mendata koran yang masuk dari pihak loper.
     
"Kami atas nama lembaga mohon ma'af apabila saudara bendahara bersikap kurang berkenan terhadap dua karyawan bapak yang sakit hati akibat ulahnya " Pungkas Idjah Khodijah. (Anton)