Pendamping Desa Kabupaten Kuningan Fasilitasi PT. CAM Bersinergi Dengan BUMDes

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Pendamping Desa Kabupaten Kuningan Fasilitasi PT. CAM Bersinergi Dengan BUMDes

Kamis, 20 Agustus 2020

 

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa/Pendamping Desa Kabupaten Kuningan, Kang Aan


KUNINGAN, (BM) - Kabar gembira datang bagi para BUMDes yang mengalami kesulitan dalam pengembangan usahanya. Terutama sekali bagi BUMDes yang bergerak di bidang perdagangan.


Sebuah perusahaan swasta yang bernama PT. Ciremai Agro Mandiri baru-baru ini telah meluncurkan program KitaNU yang bertujuan membangun sinergitas dan menciptakan sistem ekosistem ekonomi bersama.


Pendamping Desa kabupaten Kuningan melalui Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa yang salah satu tupoksinya adalah membantu dalam pengembangan BUMDes yang ada di kabupaten Kuningan melihat program KitaNU sangat prospek terhadap pengembangan Bumdes. Mengapa demikian?


"Kami melihat, apabila BUMDes yang bergerak di bidang perdagangan bisa bersinergis dengan program ini, PT. CAM sendiri berkomitmen secara managerial BUMDes akan semakin profesional dalam pengembangan usahanya. Sebab sistem yang diterapkan dalam program KitaNU adalah mengelolaan management secara profesional," tutur kang Aan, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa kabupaten Kuningan.


Menurutnya, BUMDes yang ada di kabupaten Kuningan saat ini dinilai ada semacam ketergantungan terhadap dana desa atau dana pemerintah dari program lain. Sementara harapan pemerintah BUMDes merupakan suatu usaha milik desa yang harus berkembang sehingga kedepan bisa menjadi ujung tombak pembangunan di desa dengan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang besar. Disamping itu juga BUMDes yang maju akan secara otomatis menghadirkan lapangan kerja di desa.


Sementara itu, salah satu pengusaha nasional yang mendampingi PT. CAM dalam Program KitaNU, Yuda, berpendapat bahwa yang menyebabkan BUMDes jalan ditempat adalah pengelolaan management yang dilakukan masih secara konvensional. Sehingga hasil dari Badan Usaha Milik Desa ini tidak bisa diharapkan. Padahal BUMDes sendiri memiliki prospek usaha yang sangat cerah.  


Pendamping Program KitaNU (Pengusaha Nasional), Yuda

"Dengan menjadi anggota KitaNU, BUMDes akan kita jadikan sebagai distributor yang akan bisa mengorganisir seluruh warung/toko yang ada disekitarnya dengan harga barang sesuai pasaran. Yang perlu diperhatikan penekanan dalam usaha yang ada dalam program kami adalah pengelolaan management yang profesional sehingga harga barang tetap stabil sesuai dengan harga pasaran yang ditetapkan pemerintah," papar Yuda saat ditemui beberapa waktu lalu di kantor PT. CAM yang beralamat di desa Manis Lor.


Melalui program KitaNU, lanjut Yuda, keuntungan per-barang kebutuhan masyarakat akan kita tetapkan dan kita kontrol. Sehingga harga barang yang sampai ke masyarakat/konsumen merupakan harga pasaran. Bumdes akan mendapat kuota pasokan barang sesuai kebutuhan dari seluruh warung/toko yang ada dibawah BUMDes. Selain keuntungan hasil penjualan, baik BUMDes maupun toko/warung yang menjadi anggota KitaNU akan mendapatkan prosentase keuntungan dari PT.CAM sebesar masing-masing 4% dan 7% dari total pembelanjaan.  (Irwan)

GilaBola+