SMP Negeri 1 CIAWI Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Saat AKB

SMP Negeri 1 CIAWI Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Saat AKB

Sabtu, 19 Juni 2021

 

Kampus SMPN 1 Ciawigebang

Kuningan, (BM) - Dampak Covid-19 juga terjadi di dunia pendidikan. Sampai saat ini kegiatan pembelajaran tatap muka normal masih belum juga bisa dilakukan di sekolah. 


Alhasil metode pembelajaran hanya bisa dilakukan melalui metode daring dan luring. Sampai akhir tahun ajaran 2020/2021 pihak sekolah khususnya guru masih banyak yang kurang paham cara memaksimalkan pembelajaran melalu media internet.


Oleh karena itu SMP Negeri 1 Ciawigebang kabupaten Kuningan mencoba meningkatkan pemahaman para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dimasa pandemi Covid-19 atau masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) melalui Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan dengan tema "Penyusunan Administrasi Pembelajaran dalam Pelaksanaan PTMP dengan AKB".


Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan di SMPN 1 Ciawigebang

Dengan kegiatan ini diharapkan guru-guru bisa memaksimalkan berbagai metode pembelajaran menyusul instruksi Menteri Pendidikan tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada. Tahun ajaran baru 2021/2022 nanti.


Dalam Workshop yang diadakan di kampus SMP Negeri 1 Ciawigebang, tanggal 16, 17 dan 18 Juni kemarin menampilkan pemateri Dra. Badriah, M.Pd seorang Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Drs. Uca Somantri, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kuningan.


Kepala SMP Negeri 1 Kuningan, Subagio, M.Pd berharap dengan kegiatan ini tenaga pengajar di sekolahnya bisa lebih paham tentang penyusunan program pembelajaran saat AKB dimana tatap muka hanya bersifat terbatas, yaitu 25 persen saja.


"Pada tahun ajaran baru nanti kan pemerintah berharap tatap muka terbatas bisa dilakukan di sekolah dengan tetap memperhatikan prokes. Oleh karenanya agar lebih dipahami para guru, maka kita adakan Workshop," tutur Subagio kepada benangmerah.co.id, Jumat (18/6).


Ditambahkannya, Workshop ini sesuai rencana akan dilakukan sebanyak 4 tahap. Semua guru mata pelajaran pun diwajibkan mengikuti kegiatan ini.


Kegiatan ini juga disambut positip oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas pendidikan kabupaten Kuningan, Abidin, S.Pd, M.Si.