Prihatin Masa Depan Pendidikan, SMP Negeri 1 Kalimanggis Adakan Tatap Muka Terbatas

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Prihatin Masa Depan Pendidikan, SMP Negeri 1 Kalimanggis Adakan Tatap Muka Terbatas

Sabtu, 31 Juli 2021

 

Kepala SMPN 1 Kalimanggis, Wowo Wibawa

Kuningan, (BM) - Hampir dua tahun pendidikan di kabupaten Kuningan tanpa ada tatap muka karena situasi pandemi Covid-19. Para pemangku pendidikan pun mulai berpikir nasib anak bangsa di masa depan. Kenyataannya pendidikan daring yang diusung pemerintah masih belum maksimal untuk beberapa daerah dengan berbagai keterbatasan.


Menyikapi hal tersebut, SMP Negeri 1 Kalimanggis mencoba menggelar tatap muka terbatas dalam menghadapi tahun ajaran baru 2021/2022. Kegiatan ini diutamakan bagi siswa kelas 7 yang sama sekali belum mengenal pembelajaran di tingkat SMP. Tentunya dengan mengindahkan protokol kesehatan yang ketat.


Kepala SMP Negeri 1 Kuningan, Wowo Wibawa mengaku penting untuk diadakan tatap muka terbatas. Selain untuk mengenal lingkungan sekolah yang baru, kegiatan ini juga ditujukan untuk membahas berbagai persoalan yang diprediksi bisa menghambat andai kedepan terpaksa pemerintah mengharuskan pembelajaran daring secara mutlak.


"Pengalaman pembelajaran daring yang sudah ditempuh selama tahun ajaran 2020/2021 memunculkan berbagai permasalahan, diantaranya pasilitas Hp atau komputer siswa yang terbatas, kuota dari pemerintah juga terbatas, sehingga pembelajaran daring tidak maksimal," jelas Wowo saat ditemui media benangmerah.co.id di ruang kerjanya, Sabtu (31/7).


"Untuk itu dirasa penting bagi kami (pihak sekolah) untuk mengetahui permasalahan siswa baru yang harus segera kami cari solusinya dalam menghadapi tahun ajaran baru besok Senin. Tentunya kegiatan ini juga dilakukan dengan prokes yang ketat dan waktu yang singkat dari pukul 07.00 Sampai 10.00", katanya.


Lingkungan Depan SMPN 1 Kalimanggis


Ditambahkannya, andai pemerintah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan tetap mengharuskan daring, pihak sekolah sudah siap menyediakan pasilitas komputer bagi siswa yang tidak punya hp. Sementara untuk kuota siswa, pihak sekolah berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kuota dengan lancar agar pembelajaran daring bisa  maksimal.


"Sebelumnya kita pakai aplikasi google form, tetapi pihak sekolah juga sewaktu-waktu dirasa penting untuk memakai aplikasi zoom meeting agar siswa bisa terpantau. Tapi kan aplikasi tersebut memerlukan kuota yang besar. Untuk itu penting kiranya bagi pemerintah dalam memberikan bantuan kuota bagi siswa, kalau memang harus tetap melakukan pembelajaran daring," ungkap Wowo.


Dikatakannya, animo masyarakat terhadap SMP Negeri 1 Kalimanggis cukup besar. Hasil PPDB sekarang sekolah ini menampung siswa baru sebanyak 8 rombel atau 240 siswa baru dengan jumlah siswa keseluruhan mencapai lebih dari 600 siswa.

.(Irwan)