100 Persen Siswa Divaksin, SMPN 3 Ciawigebang Berharap KBM Normal

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

100 Persen Siswa Divaksin, SMPN 3 Ciawigebang Berharap KBM Normal

Selasa, 02 November 2021
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ciawigebang, Ustad Nana Supriatna


Kuningan, (BM) - Vaksinasi covid-19 siswa beserta guru di SMP Negeri 3 Ciawigebang telah mencapai target 100 persen, baik tahap 1 maupun tahap 2. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah, Subagio melalui Wakil Kepala Sekolah, Nana Supriatna, Selasa (2/11).

Menurut Nana saat ditemui awak media, pelaksanaan vaksinasi yang dipasilitasi Kodim 0615 Kuningan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus (tahap 1) bertempat di Koramil Ciawigebang. Hadir pada saat itu perwakilan dari dinas pendidikan dan kebudayaan, Kejaksaan, dan Polres Kuningan.

"Vaksinasi tahap 1 berjalan sukses di ikuti sekitar 400 siswa SMPN 3 Ciawigebang dan 90 siswa dari SMPN 5 Ciawigebang. Memang ada beberapa siswa yang tidak ikut karena sakit," terang Ustad Nana.

Berikutnya, masih Nana, serbuan vaksin SMPN 3 Ciawigebang tahap 2 telah dilaksanakan pada tanggal 29 September dan berjalan sukses tanpa ada keluhan berarti. Beberapa siswa yang tidak bisa ikut vaksinasi tahap pertama, mengikuti vaksinasi di tahap kedua. Dan untuk vaksinasi susulan bagi siswa yang tidak ikut tahap 2 telah dilaksanakan kemarin hari Senin (1/11) di pasilitas kesehatan Kodim 0615 Kuningan.

"Untuk itu saya atas nama institusi SMP Negeri 3 Ciawigebang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kodim 0615 Kuningan yang telah mempasilitasi siswa siswi kami. Mudah-mudahan putra putri kami tetap sehat dalam mwngikuti pembelajaran baik tatap muka terbatas maupun daring," ucapnya.

Pihak sekolah juga berharap, dari seluruh siswa SMPN 3 Ciawigebang yang berjumlah 430 orang dan sudah seratus persen divaksinasi bisa terbentuk "herd immunity" beberapa bulan ke depan sehingga KMB tatap muka terbatas yang selama ini diterapkan dengan protokol kesehatan bisa terus meningkat prosentasenya sampai pemerintah memberlakukan KBM normal.

.(Irwan)