Diskatan Kuningan Terapkan Strategi 'Perang Cerdas' Melawan Hama Penggerek Batang
Pemerintah kabupaten Kuningan melalui Diskatan menekankan penendalian hama berbasis ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam sebuah kegiatan pertanian yang merupakan langkah taktis di desa Cipakem Kecamatan Maleber, Rabu (6/5) ribuan agen hayati dilibatkan sebagai lini pertahanan utama dalam melawan serangan hama penggerek batang padi yang mengancam produktivitas musim tanam 2026.
Di tengah serangan penggerek batang yang mencapai intensitas 10-18 persen pada lahan seluas 20 hektare, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan justru menaruh harapan besar pada keseimbangan alam.
Langkah ini menandai pergeseran strategi dari pengendalian konvensional menuju pendekatan berbasis ekosistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa intervensi manusia seperti penggunaan bahan kimia tidak boleh merusak kerja alami para predator tersebut.
“Kami mendorong petani memanfaatkan musuh alami sebagai lini pertahanan utama. Penggunaan kimia adalah opsi terakhir yang dilakukan secara selektif dan terukur dengan prinsip ‘Enam Tepat’. Kita ingin memutus siklus hama, bukan merusak ekosistemnya,” ujar Wahyu di lokasi Gerakan Pengendalian (Gerdal).
Data lapangan menunjukkan keberadaan agen hayati seperti laba-laba Lycosa sp. dan serangga predator Paederus sp. yang aktif memangsa hama di sela-sela rumpun padi varietas Inpari dan Ciherang.
Strategi “Perang Cerdas” ini juga melibatkan taktik kultur teknis. Petani diajarkan untuk melakukan pengaturan air secara intermiten (berselang) dan sanitasi lahan yang ketat. Mencabut tanaman yang terserang (sundep) menjadi langkah manual yang efektif untuk menghentikan penyebaran larva sebelum mereka berubah menjadi ancaman yang lebih besar.
. (One)


