Kuningan Darurat "Mentality" Selingkuh, Terbaru Sebut Pengusaha Mitra SPPG
KUNINGAN (BM) - Dari sudut pandang mentality (psikologi dan kejiwaan), selingkuh bukan sekadar kesalahan moralitas, melainkan cerminan dari masalah internal, kerentanan emosional, atau pola relasi yang tidak sehat. Tindakan ini biasanya merupakan manifestasi dari dorongan bawah sadar, seperti pelarian dari trauma, validasi diri, atau ketidakmampuan mengelola komitmen. Akhir-akhir ini kabupaten Kuningan diramaikan dengan isu perselingkuhan dengan menggoda istri/suami orang.
Mulai dari isu anggota DPRD Kuningan yang selingkuh sampai terjadi penggerebekan di dalam mobil yang berujung penghentian sebagai anggota DPRD. Kenudian muncul lagi berita dua orang pejabat ASN yang diduga selingkuh sampai terjadi keretakan hubungan pada pasangannya masing-masing. Namun sampai saat ini tidak ada sanksi dari pemkab Kuningan atas perbuatan amoral seorang publik figur ini. Bwlum lagi muncul berita perselingkuhan yang berakibat pembunuhan.
Terbaru beredar isu seorang pengusaha bus pariwisata yang juga mitra SPPG di Kuningan berhubungan dengan istri orang lain yang juga merupakan karyawannya sendiri hingga berujung dengan perceraian.
Ketua PEKAT IB kuningan, Donny Sigakole mengutuk keras tindakan baik itu seorang pejabat, anggota legislatif maupun pengusaha yang telah mengganggu rumah tangga orang lain, apalagi sampai berunung perceraian. Hal ini menurutnya mencerminkan permasalahan mental yang harus disikapi terutama oleh pemerintah daerah.
"Mau itu seorang pejabat ASN, seorang legislatif atau seorang pengusaha, yang jelas mereka-lah yang harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jangan mentang-mentang punya duit banyak bisa semena-mena kepada pasangan orang lain, " Pungkas Donny, Sabtu (28/6/2026).
. (One)


