Browser Anda tidak mendukung tag video ini.
Benang Merah

Benang Merah

  • Bisnis
  • _Ekonomi
  • _Keuangan
  • _Konstruksi
  • _UMKM
  • Teknologi
  • _Iptek
  • _AI
  • _Kripto
  • Pengetahuan
  • _Pendidikan
  • _Kesehatan
  • _Sosial Budaya
  • _Wisata
  • Pemerintahan
  • _Politics
  • _Hukum
  • Olahraga
  • _Sepakbola
  • _Otomotif
  • Video
  • Search Button
  • Beranda
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Headline
  • Kuningan
  • LHO BPK 2026
  • Pemerintahan

3,6 Milyar Temuan Disdikbud Kuningan Jadi Pembahasan. Bupati Didesak Copot Pejabat Pengguna Anggaran

Oleh www.benangmerah.co.id
Juli 06, 2026

 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Kuningan

KUNINGAN (BM) - Diketahui BPK perwakilan Jawa Barat telah merilis hasil LHP BPK tahun 2025 untuk Kabupaten Kuningan dengan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat WTP yang didapat oleh Pemkab Kuningan ternyata tidak mudah karena sebelumnya pengumuman untuk Kabupaten Kuningan sampai diundur pengumuman resminya menjadi tanggal 25 Juni 2026. 

Berdasarkan informasi yang didapat, Pemkab Kuningan agak sulit mendapatkan opini WTP dari BPK karena adanya temuan yang terus berulang di beberapa SKPD dengan nilai yang signifikan dan tidak adanya langkah tegas dari Bupati Kuningan selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melakukan mutasi terhadap pejabat Pengguna Anggaran (PA) yang pada saat itu menjabat, padahal ditemukan masalah dugaan korupsi pada saat dilakukan pemeriksaan oleh BPK.

Pembahasan ini muncul dari pandangan umum Fraksi PKS saat acara Paripurna DPRD pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2026 yang membahas tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kuningan tahun 2026. Dimana terdapat temuan berulang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan dalam LHP BPK tahun 2025 dengan nilai yang mencengangkan yaitu sebesar Rp. 3,6 miliar. Beredar informasi dalam LHP BPK tahun 2025 terdapat penyalahgunaan anggaran Rp 3,6 miliar tanpa SPJ (Surat Pertanggungjawaban) menyangkut penggunaan dana Ganti Uang (GU) Rp. 3 miliar, Penggelapan Dana Taspen Rp. 415 juta dan Dana BPJS yang tidak dibayarkan Rp. 200 juta di Disdikbud Kuningan TA 2025 hasil pemeriksaan tahap II pada bulan April tahun 2026. 

Temuan di dinas Pendidkan dan Kebudayaan kabupaten Kabupaten juga mendapat sorotan dari LSM Frontal Kuningan. Melalui pernyataannya, Uha Juhana selaku Ketua mendesak Bupati Kuningan untuk melakukan evaluasi. 

"Ini tentu menjadi pukulan telak bagi Bupati Kuningan yang pada akhirnya harus segera melakukan langkah pelaksanaan Evaluasi / Uji Kompetensi pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di seluruh lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan meliputi penilaian rekam jejak.Langkah tersebut harus dilakukan oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar agar kedepan tidak lagi terdapat temuan yang berulang di Dinas Pendidikan Kuningan, " Ungkapnya, Senin (6/7/2026). 


Lebih jauh Uha menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memastikan pejabat struktural memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah yang semakin dinamis. Uji Kompetensi menjadi agenda rutin dari Bupati Kuningan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan evaluasi kinerja aparatur. Apalagi Bupati Kuningan memiliki target besar dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan target tersebut, tentu dibutuhkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas (bukan maling). 

Untuk mencapai hal tersebut Bupati Kuningan tentu membutuhkan pejabat-pejabat yang bukan hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki inovasi, kemampuan berkolaborasi dan komitmen yang kuat terhadap hasil kerja. Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja tidak boleh dipandang sekadar sebagai proses administratif, melainkan sarana untuk memastikan jabatan-jabatan strategis ditempati oleh sosok yang jujur dan mampu menjadi motor penggerak perubahan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Penilaian evaluasi tidak hanya berdasarkan apa yang terlihat di atas kertas, tetapi juga bagaimana kepemimpinan dijalankan, instruksi ditindaklanjuti dan bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari kinerja yang dilakukan. 

Proses seleksi JPT yang berkualitas merupakan langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik.

. (One) 

Tags:
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Headline
  • Kuningan
  • LHO BPK 2026
  • Pemerintahan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal




























Most popular
  • Acara KPU Memperkenalkan Maskot Pika dan Piku Di Peluncuran Tahapan Dan Jadwal Pilkada 2024 Tidak Dihadiri Kepala SKPD

    Juni 03, 2024
    Acara KPU Memperkenalkan Maskot Pika dan Piku Di Peluncuran Tahapan Dan Jadwal Pilkada 2024 Tidak Dihadiri Kepala SKPD
  • Berkat Kolaborasi 35 Anak Yatim Desa Citiusari Bisa Berwisata di Woodland

    Juli 02, 2026
    Berkat Kolaborasi 35 Anak Yatim Desa Citiusari Bisa Berwisata di Woodland
  • Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik Dalam Pengangkatan PPPK. Oknum Guru SD 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

    Juli 02, 2026
    Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik Dalam Pengangkatan PPPK. Oknum Guru SD 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara
  • Belanja Alat/Bahan Kegitan Kantor dan Perjalanan Dinas BAPPENDA Kuningan Patut Disorot

    Juli 03, 2026
    Belanja Alat/Bahan Kegitan Kantor dan Perjalanan Dinas BAPPENDA Kuningan Patut Disorot
  • TIGA KESULTANAN BESAR DINUSANTARA KE ISTANA NEGARA, MEMINTA JALINAN HARMONISASI BERSAMA PEMERINTAH RI MENGENAI HAK TANAH ULAYAT KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA

    Juli 08, 2024
    TIGA KESULTANAN BESAR DINUSANTARA KE ISTANA NEGARA, MEMINTA JALINAN HARMONISASI BERSAMA PEMERINTAH RI MENGENAI HAK TANAH ULAYAT KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA
Most popular tags
  • Bisnis
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Wisata
Benang Merah
Company
  • About Us
  • Redaksi
  • Advertise With Us
  • Contact Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Accessibility
  • Disclaimer
News
  • Bisnis
  • Pemerintahan
  • Pengetahuan
  • Teknologi
  • Olahraga
Market Data
  • Stocks
  • Commodities
  • Rates & Bonds
  • Currencies
Copyright © 2025 BENANG_MERAH
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo