Bantuan Terdampak COVID-19 Provinsi Jabar Dinilai Kurang Tepat Sasaran, Ini Masalahnya.....

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Bantuan Terdampak COVID-19 Provinsi Jabar Dinilai Kurang Tepat Sasaran, Ini Masalahnya.....

Selasa, 28 April 2020
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Hj. Engking Sarki, S.Sos

KUNINGAN, (BM) - Kabupaten Kuningan mendapat kuota bantuan provinsi untuk warga terdampak Pandemi COVID-19 sebanyak 15.695 RTS (Rumah Tangga Sasaran). Untuk tahap pertama bantuan akan disalurkan kepada 10.743 RTS mulai hari Senin (27/4). Data penerima manfaat diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) PUSDATIN Kemensos RI. Sementara untuk sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Dalam penetapan daftar keluarga penerima manfaat tersebut, menurut beberapa pihak termasuk pemerintah desa, dinilai kurang tepat sasaran. Bahkan menurut informasi yang dihimpun media ini, tidak sedikit kepala desa yang merasa kebingungan dikarenakan dalam daftar penerima manfaat tersebut ada beberapa warga yang sudah meninggal. Sementara beberapa warga lain yang membutuhkan tidak masuk sebagai penerima bantuan dari provinsi senilai 500.000.

Guna menelusuri lebih jauh, benangmerah.co.id berusaha menemui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Hj. Engking Sarki, S.Sos  yang dinilai berkompeten memberikan penjelasan terkait hal tersebut. 

Menurutnya, yang menjadi dasar untuk penerima bantuan tersebut diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) PUSDATIN Kemensos RI. Data yang diterima oleh PUSDATIN Kemensos sendiri adalah hasil input dari setiap operator pemerintah desa. 

"Seharusnya DTKS tersebut di update operator desa setiap minimal 3 bulan sekali. Sementara banyak desa yang tidak meng-update data tersebut. Mungkin sudah beberapa tahun tidak di update sehingga beberapa warga yang sudah meninggal dunia masih masuk DTSK," jelas Engking saat ditemui, Selasa (28/4).

Sedangkan, ditambahkannya dari kami sendiri sudah diverifikasi berapa yang sudah mendapatkan melalui program PKH, BPNT, maupun bantuan sembako. Sebut saja kurang lebih 70 ribu hingga 90 ribu, lalu sisanya diverifikasi lagi untuk menjadi rumah tangga sasaran.

"Kita juga agak kecewa dengan kuota yang didapat kabupaten Kuningan sejumlah 15.695 RTS. Awalnya direncanakan sebanyak 44.550 keluarga penerima manfaat (KPM). Namun kami juga tidak dapat berbuat banyak. Sebab keputusan kuota bansos tersebut mutlak berdasarkan kebijakan dari Pemprov Jabar," tukasnya. (Irwan) 

GilaBola+