Siapakah Dibalik Penyedia Kusen Kegiatan DAK Fisik Pendidikan 2020 Kabupaten Kuningan?

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Siapakah Dibalik Penyedia Kusen Kegiatan DAK Fisik Pendidikan 2020 Kabupaten Kuningan?

Minggu, 23 Agustus 2020

 

Toko Penyedia Kusen Kayu Meranti Program DAK Fisik Pendidikan Kabupaten Kuningan

KUNINGAN, (BM) - Realisasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan kabupaten Kuningan saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Ratusan sekolah baik SD maupun SMP yang mendapat anggaran DAK Pendidikan sudah memulai pengerjaan kegiatan pembangunan ataupun rehab sejak bulan Juli 2020 yang meliputi rehab ruang kelas, pembangunan RKB, rehab Perpustakaan, pembangunan perpustakaan, dan pembangunan toilet. Semua pekerjaan tersebut dikerjakan secara swakelola sesuai Permendikbud No 11 Tahun 2020, sehingga setiap sekolah wajib membentuk Panitia Pembangunan Sekolah (P2S).


Dari sekian banyak material yang digunakan dalam kegiatan DAK Fisik Pendidikan tersebut, pengadaan Kusen paling banyak disoroti baik oleh media maupun pengusaha. Hasil investigasi jurnalis media online benangmerah.co.id menyimpulkan, bahwa dalam pengadaan Kusen, hampir semua sekolah yang mendapat alokasi DAK Fisik pendidikan baik SD maupun SMP berasal dari salah satu toko meubel yang ada di kelurahan Cijoho. Tepatnya bunderan lampu merah Cijoho dengan jenis kayu Meranti.


Menurut Kepala SD Negeri 2 Pagundan kecamatan Lebakwangi kabupaten Kuningan, Wiandana, S.Pd. SD terkait pengadaan Kusen menjelaskan pihak sekolah tidak bisa memberikan keterangan siapa yang mengarahkan untuk belanja kusen di toko tersebut. 


Kepala SD Negeri 2 Pagundan Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan, Wiandana, S.Pd.SD

"Begitu dimulai pekerjaan tiba-tiba sudah ada pengiriman kusen. Saya tidak bisa menjelaskan siapa orang yang mengarahkan untuk belanja ke toko itu, karena nantinya saya juga yang ditekan," tutur Wiandana menutupi, Sabtu (22/8).


Ketika dikonfirmasi apakah salah satunya orang dinas pendidikan kabupaten Kuningan, Wiandana hanya tertawa. "Saya pikir orang media juga lebih paham terkait hal tersebut," katanya sambil tertawa.


Wiandana juga menyayangkan harga kusen kayu Meranti di toko tersebut yang mahal mencapai 15 juta per ruang kelas dimana ada 5 kusen yang diganti per ruang kelas. Padahal berdasarkan pengalaman sebelumnya hanya habis 8 juta dengan jenis kusen yang sama per- ruang kelas.


Papan Informasi Kegiatan DAK SD Negeri 2 Pagundan Kecamatan Lebakwangi

Senada dengan kepala SDN 2 Pagundan, salah seorang kepala SMP yang tidak mau dipublikasikan menyebutkan kalau harga kusen di toko tersebut memang agak mahal. Namun ketika ditanya alasannya hampir semua sekolah mengambil kusen dari toko yang sama dirinya menjawab tidak tahu. 


"Kalau jenis kusen kayu Meranti memang sebelum pelaksanaan DAK Pendidikan dalam suatu acara bupati Kuningan menginginkan jenis kusen kayu Meranti untuk semua sekolah yang mendapatkan anggaran DAK. Namun beliau tidak mengarahkan semua sekolah untuk belanja di toko tersebut. Itu mungkin oknum yang berusaha mencari keuntungan dengan memanfaatkan statement bupati," jelas salah seorang kepala SMP.


Baca juga : Terungkap,...Fakta Dibalik Pengadaan Kusen DAK Fisik Pendidikan 2020 Kabupaten Kuningan


Entah oknum atau apa yang jelas tidak setiap orang atau pengusaha bisa mengkondisikan pengadaan Kusen tersebut. Keterlibatan salah satu pejabat sangat mungkin terjadi. Kalau itu betul terjadi, bisa disimpulkan telah terjadi penyalahgunaan jabatan dan wewenang dalam pelaksanaan anggaran DAK Fisik Pendidikan (Sub bidang PAUD, SD dan SMP)  kabupaten Kuningan  yang diduga demi mendapatkan keuntungan pribadi atau golongan. (Irwan)

GilaBola+