Benang Merah

Benang Merah

  • Bisnis
  • _Ekonomi
  • _Keuangan
  • _Konstruksi
  • _UMKM
  • Teknologi
  • _Iptek
  • _AI
  • _Kripto
  • Pengetahuan
  • _Pendidikan
  • _Kesehatan
  • _Sosial Budaya
  • _Wisata
  • Pemerintahan
  • _Politics
  • _Hukum
  • Olahraga
  • _Sepakbola
  • _Otomotif
  • Video
  • Search Button
  • Beranda
  • Covid-19
  • Headline
  • Hot News
  • Kuningan
  • Pendidikan
  • PTMT
  • SMP Negeri 1 Ciawigebang

SMP Negeri 1 CIAWI Gelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Saat AKB

Oleh www.benangmerah.co.id
Juni 19, 2021

 

Kampus SMPN 1 Ciawigebang

Kuningan, (BM) - Dampak Covid-19 juga terjadi di dunia pendidikan. Sampai saat ini kegiatan pembelajaran tatap muka normal masih belum juga bisa dilakukan di sekolah. 


Alhasil metode pembelajaran hanya bisa dilakukan melalui metode daring dan luring. Sampai akhir tahun ajaran 2020/2021 pihak sekolah khususnya guru masih banyak yang kurang paham cara memaksimalkan pembelajaran melalu media internet.


Oleh karena itu SMP Negeri 1 Ciawigebang kabupaten Kuningan mencoba meningkatkan pemahaman para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dimasa pandemi Covid-19 atau masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) melalui Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan dengan tema "Penyusunan Administrasi Pembelajaran dalam Pelaksanaan PTMP dengan AKB".


Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan di SMPN 1 Ciawigebang

Dengan kegiatan ini diharapkan guru-guru bisa memaksimalkan berbagai metode pembelajaran menyusul instruksi Menteri Pendidikan tentang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada. Tahun ajaran baru 2021/2022 nanti.


Dalam Workshop yang diadakan di kampus SMP Negeri 1 Ciawigebang, tanggal 16, 17 dan 18 Juni kemarin menampilkan pemateri Dra. Badriah, M.Pd seorang Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Drs. Uca Somantri, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kuningan.


Kepala SMP Negeri 1 Kuningan, Subagio, M.Pd berharap dengan kegiatan ini tenaga pengajar di sekolahnya bisa lebih paham tentang penyusunan program pembelajaran saat AKB dimana tatap muka hanya bersifat terbatas, yaitu 25 persen saja.


"Pada tahun ajaran baru nanti kan pemerintah berharap tatap muka terbatas bisa dilakukan di sekolah dengan tetap memperhatikan prokes. Oleh karenanya agar lebih dipahami para guru, maka kita adakan Workshop," tutur Subagio kepada benangmerah.co.id, Jumat (18/6).


Ditambahkannya, Workshop ini sesuai rencana akan dilakukan sebanyak 4 tahap. Semua guru mata pelajaran pun diwajibkan mengikuti kegiatan ini.


Kegiatan ini juga disambut positip oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas pendidikan kabupaten Kuningan, Abidin, S.Pd, M.Si.

Tags:
  • Covid-19
  • Headline
  • Hot News
  • Kuningan
  • Pendidikan
  • PTMT
  • SMP Negeri 1 Ciawigebang
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal


































Most popular
  • Setelah Terputus 234 Tahun Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, Kini Kembali Kepada Dzuriah Sunan Gunung Jati Yang Asli

    Juli 15, 2024
    Setelah Terputus 234 Tahun Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, Kini Kembali Kepada Dzuriah Sunan Gunung Jati Yang Asli
  • Bentuk Kekecewaan Komersialisasi Pendidikan, MPK Gelar Aksi Di Pendopo

    Februari 07, 2026
    Bentuk Kekecewaan Komersialisasi Pendidikan, MPK Gelar Aksi Di Pendopo
  • Bersama, Bersatu dan Peduli. SMPN 1 Lebakwangi dan IKA SPENSANGI Adakan Kegiatan Qurban

    Juni 18, 2024
    Bersama, Bersatu dan Peduli. SMPN 1 Lebakwangi dan IKA SPENSANGI Adakan Kegiatan Qurban
  • Mendagri Evaluasi Tunjangan DPRD Kuningan. Keterlibatan Birokrasi Dalam Pencairan Berisiko Hukum

    Februari 04, 2026
    Mendagri Evaluasi Tunjangan DPRD Kuningan. Keterlibatan Birokrasi Dalam Pencairan Berisiko Hukum
  • Tunjangan DPRD Kuningan 2026 Tidak Dicairkan BPKAD. Tanpa Perbup Berisiko Hukum Pidana Korupsi

    Februari 03, 2026
    Tunjangan DPRD Kuningan 2026 Tidak Dicairkan BPKAD. Tanpa Perbup Berisiko Hukum Pidana Korupsi
Most popular tags
  • Bisnis
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Wisata
Benang Merah
Company
  • About Us
  • Redaksi
  • Advertise With Us
  • Contact Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Accessibility
  • Disclaimer
News
  • Bisnis
  • Pemerintahan
  • Pengetahuan
  • Teknologi
  • Olahraga
Market Data
  • Stocks
  • Commodities
  • Rates & Bonds
  • Currencies
Copyright © 2025 BENANG_MERAH
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo