Benang Merah

Benang Merah

  • Bisnis
  • _Ekonomi
  • _Keuangan
  • _Konstruksi
  • _UMKM
  • Teknologi
  • _Iptek
  • _AI
  • _Kripto
  • Pengetahuan
  • _Pendidikan
  • _Kesehatan
  • _Sosial Budaya
  • _Wisata
  • Pemerintahan
  • _Politics
  • _Hukum
  • Olahraga
  • _Sepakbola
  • _Otomotif
  • Video
  • Search Button
  • Beranda
  • Bisnis
  • BRI
  • BRI unit Kramatmulya
  • Headline
  • Kuningan
  • KUR

Pihak Bank Ancam Nasabah Macet. Program Keringanan Bagi Nasabah Diduga Tidak Disosialisasikan

Oleh www.benangmerah.co.id
Februari 26, 2026


KUNINGAN (BM) - Polemik antara debitur dengan kreditur baru-baru ini kerap terjadi di kabupaten Kuningan. Beberapa program yang bisa meringankan pihak debitur/ nasabah terkadang tidak tersosialisasikan dengan baik oleh pihak bank. Hal ini pula yang melandasi terjadinya polemik antara nasabah dengan pihak bank BRI di unit kramatmulya.

Baru.baru ini ormas PEKAT-IB Kuningan mendapat pengaduan dari salah satu debitur bernama Erni dan suaminya Edy asal kelurahan Cirendang yang mendapat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Kramatmulya sebesar 75 juta rupiah dengan menitipkan jaminan sertifikat tanah. Dalam perjalanan mencicil hutangnya, Erni telah berhasil mencicil pinjaman hingga sisa Pokok pinjaman sebesar Rp. 31.500.000. Menurut Erni, saat ditemui Kamis, (26/2), saat ini usahanya mengalami kendala sehingga belum bisa membayar cicilan ke BRI.

"Sisa pokok pinjamannya menurut pak mantri BRI tinggal 31.500.000. Bu Erni dan pak Edy memang belum mencicil lagi selama beberapa bulan dikarenakan usaha saya lagi ada penurunan. Namun mereka terus ditagih untuk melunasi sisa pinjaman sebesar 32 juta oleh pak mantri dan kepala unit BRI Kramatmulya," terang Ketua PEKAT-IB Kuningan, Donny Sigakole yang dikenal sering membantu penyelesaian nasabah bank yang nunggak.

Menurut keterangan nasabah kepada PEKAT-IB Kuningan, pihak Bank sering menelpon berulang kali siang dan malam dengan nada kasar disertai ancaman dan intimidasi akan ditempel stiker bertuliskan Nasabah Menunggak apabila tidak dilunasi sisa pinjamannya. Sikap Mantri BRI Kramatmulya berinisial Y dan Ka Unit BRI berinisial L membuat ketua PEKAT-IB Kuningan Geram. 

Hingga pada akhirnya, lanjut Donny, setelah pihak nasabah berkonsultasi dengan orang yang paham pinjaman KUR, sisa pinjaman tersebut mendapat bantuan dari asuransi kemacetan sebesar 70 persen. Kemudian sisa pokok pinjaman yang harus dibayar hanya Rp. 9.046.000 serta titipan jaminan dikembalikan.

" Mestinya pihak bank juga membantu nasabah yang nunggak dengan berbagai program atau fasilitas yang ada dalam rangka meringankan nasabah. Seperti kita ketahui untuk program KUR sendiri pihak Bank dapat subsidi bunga 10 persen dari pemerintah. Disamping itu ada asuransi kemacetan atau alih tagih sebesar 70 persen," tegas Donny.

Namun demikian, dalam waktu dekat Ketua PEKAT IB Kabupaten Kuningan akan melaporkan pelanggaran-pelanggaran terkait KUR BRI ke OJK, ombudsman dan Kemenko UMKM sesuai dengan peraturan Kemenko terkait KUR tahun 2024. Sanksinya jelas tidak di bayarkan subsidi bunga sebesar 10% dari sisa hutang dan bagi para kredit macet nasabah, KUR sudah di tanggung asuransi sebesar 70 %.

.(Hendrik)


Tags:
  • Bisnis
  • BRI
  • BRI unit Kramatmulya
  • Headline
  • Kuningan
  • KUR
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










































Most popular
  • Belasan Miliar TPP Ganda Pegawai Bappenda. Memicu Konflik Sosial ASN Seluruh Kabupaten Kuningan

    Februari 23, 2026
    Belasan Miliar TPP Ganda Pegawai Bappenda. Memicu Konflik Sosial ASN Seluruh Kabupaten Kuningan
  • Setelah Terputus 234 Tahun Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, Kini Kembali Kepada Dzuriah Sunan Gunung Jati Yang Asli

    Juli 15, 2024
    Setelah Terputus 234 Tahun Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon, Kini Kembali Kepada Dzuriah Sunan Gunung Jati Yang Asli
  • Tidak Merasa Pinjam, 145 Orang Jadi Korban Pinjaman Fiktif Koperasi dan Bank Syari'ah

    Februari 19, 2026
    Tidak Merasa Pinjam, 145 Orang Jadi Korban Pinjaman Fiktif Koperasi dan Bank Syari'ah
  • Milyaran Dana UPK Ex PNPM Wajib Diusut Keberadaannya

    Februari 22, 2026
    Milyaran Dana UPK Ex PNPM Wajib Diusut Keberadaannya
  • Sekretaris Dewan dan Kepala BPKAD Main Mata. Bupati Kuningan Terseret Kembali Pembayaran Tunjangan DPRD 2026

    Februari 23, 2026
    Sekretaris Dewan dan Kepala BPKAD Main Mata. Bupati Kuningan Terseret Kembali Pembayaran Tunjangan DPRD 2026
Most popular tags
  • Bisnis
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • Wisata
Benang Merah
Company
  • About Us
  • Redaksi
  • Advertise With Us
  • Contact Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Accessibility
  • Disclaimer
News
  • Bisnis
  • Pemerintahan
  • Pengetahuan
  • Teknologi
  • Olahraga
Market Data
  • Stocks
  • Commodities
  • Rates & Bonds
  • Currencies
Copyright © 2025 BENANG_MERAH
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo