Kabid Elon Siap Cabut Ijin Operasional PKBM Al-Ikhlas

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Kabid Elon Siap Cabut Ijin Operasional PKBM Al-Ikhlas

Selasa, 12 Mei 2020
Kepala Bidang PAUD Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, M.Pd didampingi Ketua Forum PKBM Kabupaten Kuningan, Nandang

KUNINGAN, (BM) - Kasus dugaan pemalsuan ijazah yang dikeluarkan Lembaga PKBM Al-ikhlas yang terletak di desa Ancaran kecamatan Kuningan kabupaten Kuningan rupanya membuat geram salah satu pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kuningan, Elon Carlan.

Elon Carlan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang PAUD Dikmas menyatakan siap mencabut ijin operasional lembaga tersebut.

"Apabila semua tahapan dan proses pemeriksaan kami terhadap pak H. Muhtadi sebagai ketua PKBM telah selesai dan dinyatakan telah melanggar aturan. Maka bisa diambil kesimpulan ijin operasional lembaga tersebut akan dicabut atau ditutup," jelas Elon Carlan didampingi ketua Forum PKBM kabupaten Kuningan saat ditemui di kantornya, Senin (11/5).

Terlebih menurutnya, PKBM Al-Ikhlas telah mengeluarkan 2 ijazah Paket B dan Paket C dalam kurun waktu yang tidak wajar, yaitu 10 bulan pada tahun 2012-2013 atas nama RR (29).

"Hari ini kami sudah lakukan pemanggilan secara lisan, nanti disusul pemanggilan secara tulisan terhadap ketua PKBM untuk diminta penjelasannya," tutur Elon.

Ditambahkannya, 2 ijazah ini asli atau palsu, hanya pihak berwajib yang berwenang melakukan penyelidikan.

"Yang jelas permasalahannya ada pada penerbitan 2 ijazah dalam waktu 10 bulan. Itu yang jelas melanggar aturan pendidikan, terutama pendidikan non formal," tegasnya

Sementara dari pantauan benangmerah.co.id, terlihat ketua PKBM Al-Ikhlas keluar masuk ruang Kepala Seksi Dikmas guna memenuhi panggilan lisan Kabid PAUD Dikmas Disdikbud kabupaten Kuningan.

Terpisah pemilik Ijazah Paket B dan Paket C atas nama RR melalui suaminya mengaku pada tahun 2012/2013 lalu telah menerima 2 ijazah tersebut dalam waktu 10 bulan dari PKBM  Al Ikhlas.

"Siapa yang tidak mau ketika ditawari lagi ijazah Paket C dalam waktu sesingkat itu. Ya, kami ambil walau harus mengikuti ujian dan mengeluarkan sejumlah uang juataan rupiah," Terang Suami RR. (Irwan)

GilaBola+