Masa Pandemi, Pembelajaran Daring dan Peningkatan Sarana SMP Negeri 1 Cilebak

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Tag Populer

Masa Pandemi, Pembelajaran Daring dan Peningkatan Sarana SMP Negeri 1 Cilebak

Sabtu, 03 Juli 2021

 

Hasil Perbaikan Pintu Masuk SMP Negeri 1 Cilebak

Kuningan, (BM) - Situasi dan kondisi dunia pendidikan dinilai sangat memprihatinkan akibat pandemi Virus Corona Disease 2019. Hampir di setiap lembaga pendidikan tetap belum bisa melaksanakan tatap muka seperti biasanya. Situasi tidak menentu ini telah berlangsung selama satu tahun lebih. Selama masa itu pula, pembelajaran dilaksanakan secara daring dan luring. 


Dibalik situasi tersebut, SMP Negeri 1 Cilebak nampaknya menggunakan waktu dan anggaran yang ada untuk meningkatkan sarana sekolah. Hal ini sebetulnya searah dengan upaya sekolah dalam memerangi wabah Covid-19 yang penyebarannya saat ini sangat tinggi. 


Beberapa fasilitas sekolah diperbaiki semasa pandemi ini antara lain penyediaan wastapel yang di setting satu kelas satu wastafel, penyediaan perlengkapan penanganan Covid-19, perbaikan WC dan perbaikan pintu masuk sekolah. Hal ini diungkapkan Kepala SMP Negeri 1 Cilebak, Momon Surahman, S.Pd


Kepala SMP Negeri 1 Cilebak Momon Surahman,S.Pd


"Semasa pandemi kita perbaiki beberapa sarana sekolah antara lain, WC guru, wastafel 10 unit, perlengkapan Covid-19, dan penggantian pintu masuk. Sehingga meskipun SMP Negeri 1 Cilebak berada di daerah pinggiran, namun sedikit demi sedikit kita buat indah dan bersih," terang Momon kepada benangmerah.co.id, Sabtu (3/7).


Dirinya berharap selama menjabat sebagai kepala sekolah ingin memberikan perubahan dan kesan yang baik untuk SMP Negeri Cilebak. Tidak hanya itu, Momon juga berharap sekolah yang dipimpinnya saat ini bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah tentang kendala dan kekurangan sekolah aga tidak ketinggalan dengan sekolah yang ada di kota.


"Minimal eksekutif maupun legislatif bisa lebih memperhatikan lembaga pendidikan yang ada di desa terpencil. Karena kendala dan kekurangan disini sangatlah kompleks," pungkasnya.


.(Irwan)