Menuju Stunting Zero Persen. Kadinkes : Perlu Kerjasama Lintas Sektor
KUNINGAN (BM) – Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Ini merupakan tugas berat pemerintah daerah melalui leading sektor dinas Kesehatan.
Untuk kabupaten Kuningan sendiri angka Stunting terpantau dinamis. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS saat ditemui beberapa hari lalu. Menurutnya, penurunan angka Stunting sampai zero persen merupakan pekerjaan yang berat.
"Untuk penurunan angka Stunting sampai zero persen diperlukan kerjasama lintas sektor, terutama peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di bawah naungan Dinas DPPKBP3A, serta para kader di tingkat desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, " Ungkapnya.
Dikatakan Edi, saat ini angka Stunting Kuningan berkisar 10,28 persen, sementara angka nasional sendiri berada di angka 15 persen. Peran penting kader dan pendamping keluarga dibutuhkan. Mereka bertugas memberikan arahan dan memastikan makanan tambahan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak dengan cara yang benar. Kader juga harus aktif berkoordinasi dengan Puskesmas jika menemukan kendala terkait pemahaman gizi di tengah warga.
. (One/Ya)


